• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 9 Desember 2022

Matraman

Haul, Elemen Lintas Agama di Jombang Doa dan Tabur Bunga di Makam Gus Dur

Haul, Elemen Lintas Agama di Jombang Doa dan Tabur Bunga di Makam Gus Dur
Elemen lintas agama saat tabur bunga di makam Gus Dur, Kamis (30/12/2021) sore. (Foto: NOJ/ Hafid)
Elemen lintas agama saat tabur bunga di makam Gus Dur, Kamis (30/12/2021) sore. (Foto: NOJ/ Hafid)

Jombang, NU Online Jatim

Dewan Pengurus Pusat (DPP) Poros Sahabat Nusantara (Posnu) menggelar Lokakarya ‘Menepis Prasangka’ dalam rangka memperingatan haul ke-12 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pada Kamis (30/12/2021). Acara yang digelar secara hybrid ini dipusatkan di Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Bongsorojo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.

 

Selain lokakarya, para peserta dari lintas agama dan kepercayaan juga diajak berziarah dan doa bersama serta tabur bunga di makam Gus Dur yang terletak di komplek pemakaman Pondok Pesantren Tebuireng.

 

"Konsep moderasi agama sudah dilakukan oleh Gus Dur. Sekarang yang perlu kita tanamkan dalam diri kita yaitu bagaimana menerapkan apa yang sudah dilakunan Gus Dur dalam kehidupan sehari-hari," ujar Nur Arfi Khoiriyah, Sekretaris Panitia Lokakarya DPP Posnu.

 

Arfi menuturkan, sebagai umat beragama maupun penganut kepercayaan, masyarakat Indonesia pasti percaya terhadap kebenaran agama maupun kepercayaan masing-masing. Namun, kata dia, di sisi lain masyarakat juga perlu meghargai ajaran kebenaran yang diyakini orang lain.

 

Menurut Arfi, toleransi bukan hanya menghormati perbedaan keyakinan, namun juga memberikan kebebasan atas hak yang dimiliki dan menerima perbedaan untuk saling kolaborasi.

 

“Kebhinekaan merupakan anugerah, rahmat yang perlu kita rawat dan kita jaga. Tanpa perbedaan Indonesia tidak akan berwarna, karena perbedaan Nusantara jadi indah. Kami berharap acara ini dapat menjadi wadah silaturahim antar umat beragama dan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan moderasi beragama di Indonesia semakin kuat,” ujar perempuan asal Kediri itu.

 

Tampak hadir dalam acara tersebut perwakilan dari Kristen, Katolik, Konghucu, Hindu, Aliran Kepercayaan, dan Islam. Mereka antusias memulai forum dengan berkenalan satu sama lain.

 

Para peserta juga diajak menyampaikan prasangka masing-masing terhadap agama lain. Selanjutnya, perwakilan dari masing-masing agama maupun kepercayaan memberikan klarifikasi terhadap prasangka yang sebelumnya disampaikan peserta lain.

 

Kegiatan lokakarya ini diakhiri dengan doa bersama dan tabur bunga di makam Gus Dur. Sebelum doa bersama, para peserta diterima Ustadz Iskandar selaku perwakilan dari pengurus Pondok Pesantren Tebuireng.

 

Di hadapan peserta, Ustadz Iskandar mengatakan bahwa pihaknya senang umat lintas agama dan kepercayaan turut meneladani Gus Dur. “Semoga apa yang saudara-saudara sekalian lakukan semakin memperkuat persaudaraan kita semua. Supaya bangsa kita semakin kuat karena persatuan dan kebersamaan dari kita semua,” katanya.

 

Setelah itu, Ustadz Iskandar memimpin doa dengan cara Islam. Selanjutnya, masing-masing perwakilan agama dan kepercayaan diberi kesempatan untuk menyampaikan testimoni tentang Gus Dur. Serta mendoakan Gus Dur sesuai cara agama maupun kepercayaan masing-masing.

  

Terakhir, para perwakilan lintas agama dan kepercayaan melaksanakan tabor bunga di pusara makam Gus Dur. Mereka terlihat secara bergantian menaburkan bunga di pusara makam Gus Dur.


Editor:

Matraman Terbaru