• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 3 Juli 2022

Tapal Kuda

Haul ke-12, LTNNU Pasuruan Luncurkan Buku tentang Gus Dur

Haul ke-12, LTNNU Pasuruan Luncurkan Buku tentang Gus Dur
Peluncuran buku Gus Dur Kematianmu, Matinya Lakum Dinukum di Negeri Ini. (Foto: NOJ/Faisol)
Peluncuran buku Gus Dur Kematianmu, Matinya Lakum Dinukum di Negeri Ini. (Foto: NOJ/Faisol)

Pasuruan, NU Online Jatim

Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Kota Pasuruan dan Komunitas Gitu Saja Kok Repot (KGSKR) Gusdurian Pasuruan mengelar peluncuran buku 'Gus Dur Kematianmu, Matinya Lakum Dinukum di Negeri Ini' yang ditulis oleh Haidar Hafeez dan Shohibul Hujjah. Acara ini digelar pada Rabu (29/12/2021) malam di Cafe Bintang Sembilan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.

 

Penulis buku Gus Dur Kematianmu, Matinya Lakum Dinukum Di Negeri Ini Haidar Hafeez mengatakan, buku puisi ini lahir dalam rangka menjawab pertanyaan-pertanyaan masyarakat untuk apa kita bisa baca kitab kuning dan belajar nahwu dan shorof.

 

“Kitab kuning itu tidak luput dari nahwu shorof. Nahwu shorof ini sastra arab kalau kita tidak bisa nahwu shorof maka kita tidak bisa memahami kitab kuning tersebut,” ujarnya.

 

Lebih lanjut Gus Haidar sapaan akrabnya mengatakan karya puisi-puisi yang di tulis di akun media sosialnya dan yang di bukukan ini tercipta karena bisa membaca kitab kuning dan bisa nahwu shorof.

 

“Jadi saya menulis puisi itu mulai tahun 2014 dan sadar bahwasanya sabjek itu mubtada' predikat itu fi’il,” imbuhnya.

 

Gus Haidar juga berharap bukunya bisa menjadi kado spesial untuk Gus Dur yang haulnya diperingati pada Kamis (30/12/2021).

 

“Saya belajar dari Gus Dur bahwa tertawailah diri sendiri karena kalau menertawakan diri sendiri itu lebih bagus dari pada membenci diri sendiri,” terangnya.

 

Sementara Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama  (ISNU) Kota Pasuruan Alfan Arifudin sangat mengapresiai hadirnya buku tersebut. Menurutnya karya sastra sangat digemari oleh orang orang luar negeri.

 

“Teman-teman Ikatan penerbit Indonesia sekarang ingin menembus pasar luar negeri yang mana karya-karya yang diminati pertama adalah cerita anak untuk membentuk karakter dan karya sastra,” ujarnya.

 

Guru SMA/SMK Bayt Al Hikmah ini, sastra memiliki implementasi yang tinggi untuk bisa menjadi obat, meluluhkan bahkan menyakitkan. Oleh karena itu penulis sastra harus membedah karyanya hal ini dikarenakan agar pembaca bisa mengetahui maknanya.

 

“Kita sebagai pembaca perlu menulis karena menulis sebuah terapi yang harus kita latih sebagai mana seorang murid yang tidak mau berbicara. Namun jika kita kasih kertas dan pena ia akan menulis apa yang diperintahkan gurunya,” ungkapnya.

 

Dalam kesempatan yang sama Ketua LTNNU Kota Pasuruan Shohibul Hujjah menuturkan, peluncuran buku ini digelar untuk memperingati haul ke-12 KH Abdurahman Wahid atau Gus Dur. Menurutnya, LTNNU harus berterima kasih kepada Gus Dur karena lembaga tersebut baru dibentuk pada masa awal kepemimpinan Gus Dur menjadi Ketua Umum PBNU.

 

"Berdirinya LTNNU merupakan bagian dari salah satu karomah Gus Dur dimana pada masa itu Gus Dur sudah memiliki pemikiran yang luas bahwa media memiliki peran penting untuk menyuarakan syiar NU ke publik. Sekaligus bisa menjadi lembaga yang turut fokus dalam menerbitkan buku-buku Islami dan tokoh-tokoh NU," tuturnya.

 

Editor: Risma Savhira


Tapal Kuda Terbaru