• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 10 Desember 2022

Tapal Kuda

LTNNU Kabupaten Pasuruan Adakan Ngaji Buku Literasi Digital Santri Milenial

LTNNU Kabupaten Pasuruan Adakan Ngaji Buku Literasi Digital Santri Milenial
Penulis saat membedah buku Literasi Digital Santri Milenial. (Foto: NOJ/ Rahma Salsabila)
Penulis saat membedah buku Literasi Digital Santri Milenial. (Foto: NOJ/ Rahma Salsabila)

Pasuruan, NU Online Jatim
Lembaga Talif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Kabupaten Pasuruan yang turut didukung Oleh Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) dan PT Elex Media Komputindo mengadakan Ngaji Buku berjudul Literasi Digital Santri Milenial karya Dr Abdulloh Hamid melalui Zoom meeting, Senin (29/11/2021).

Penulis menjelaskan bahwa buku tersebut merupakan hasil dari pengalamannya ketika menjadi Pengurus Asosiasi Pesantren Nahdlatul Ulama, (RMINU) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) divisi media dan data serta saat dirinya menjadi wakil sekretaris Gerakan Nasional Ayo Mondok.

"Berkat khidmat pada lembaga tersebut, saya berkesempatan tabarrukan ke puluhan pondok pesantren yang tersebar di seluruh Nusantara, sehingga terciptalah buku Literasi Digital Santri Milenial ini," kata Gus Hamid.

Secara sederhana, Gus Hamid menjelaskan bahwa literasi digital merupakan sikap sadar dan kemampuan seseorang untuk mengakses, mengelola, mengintegrasi, dan mengevaluasi peredaran informasi serta menganalisis, menyintesis, dan menciptakan ekspresi medianya.

"Diakui atau tidak, setiap hari kita akan dihadapkan oleh banyak informasi, untuk menyikapi hal tersebut maka sangat diperlukan kecakapan digital. Sebab literasi digital memiliki minimal 3 ruang lingkup, yakni di bidang kognitif, bidang teknikal, dan bagian sosial emosional," jelasnya.

Buku Literasi Digital Santri Milenial tersebut terdiri dari empat bagian. Bagian pertama membicarakan tentang Santri beserta Karakteristiknya, Undang-undang, Klasifikasi dan Peranan Pesantren hingga Rujukan Pondok Tahfidz Al-Quran.

Lebih lanjut, di bagian buku tersebut memberi penjelasan tentang santri milenial yang meliputi gen, santri sebagai role model, dakwah santri di media sosial juga figur kiai dan bu nyai yang menjadi idola santri milenial.

"Santri harus menjadi pelaku dan aktif di media sosial karena mempunyai ilmu dan guru. Ketika kita membiarkan sesuatu yang salah secara berulang, maka hal itu akan diasumsikan sebagai kebenaran, di dalam buku saya juga terdapat figur agama idola milenial lengkap dengan sosial medianya," terang Gus Hamid.

Pada bab tiga yang merupakan inti dari buku tersebut membahas tuntas tentang literasi digital menurut teori-teori barat maupun teori-teori ala pesantren seperti tabayyun, ilmu takhrij hadist, tashawwur dan tashdiq.

"Saya membuat konsep mengelola informasi seperti membaca, merenung, tabayyun atau mengkonfirmasi kebenaran yang secara keseluruhan dapat dibaca dalam buku saya tersebut," lanjutnya.

Kemudian di bagian terakhir dari buku Literasi Digital Santri Milenial tersebut memuat tradisi pesantren layaknya tradisi baca tulis, tradisi bahtsul masail serta tradisi ekonomi pesantren yang menjadikan buku tersebut pantas untuk dijadikan bacaan ataupun rujukan dari seluruh kalangan khususnya para santri.


Tapal Kuda Terbaru