• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 25 Juni 2022

Tapal Kuda

LTNNU Probolinggo Kembali Gelar Diklat Ketahanan Informasi Digital

LTNNU Probolinggo Kembali Gelar Diklat Ketahanan Informasi Digital
Diklat Ketahanan Informasi Digital digelar LTNNU Kabupaten Probolinggo, Rabu (27/10). (Foto: NOJ/ Siti Nurhaliza)
Diklat Ketahanan Informasi Digital digelar LTNNU Kabupaten Probolinggo, Rabu (27/10). (Foto: NOJ/ Siti Nurhaliza)

Probolinggo, NU Online Jatim

Diklat ketahanan informasi digital gelombang dua digelar Pengurus Cabang (PC) Lembaga Ta'lif wan-Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Kabupaten Probolinggo, Rabu (27/10).

 

Kegiatan yang bekerja sama dengan Dinas Kominfo, Statistik dan Persandian Kabupaten Probolinggo itu dipusatkan di aula Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Tongas, Kabupaten Probolinggo.

 

Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo, Rofiq mengatakan, pelatihan tersebut dilaksanakan untuk mendidik kalangan muda NU mahir dalam menyampaikan informasi berbasis teknologi.

 

“Targetnya ialah untuk mencetak sebanyak mungkin Duta Jurnalis NU di setiap lembaga dan banom NU di Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.

 

Menurutnya, Duta jurnalis NU memiliki peran dan fungsi strategis dalam pemenuhan informasi digital yang ditampung dalam portal online PCNU Probolinggo.

 

Yakni dengan penyajian konten dan informasi positif yang melahirkan solusi bagi pembaca atau penikmatnya. Baik itu informasi seputar keagamaan, sosial, tradisi dan perekonomian.

 

"Kita tahu di media sosial banyak tersebar informasi-informasi negatif. Dengan dilakukannya pelatihan hingga lahirnya Duta Jurnalis NU ini diharapkan menjadi penyeimbang," ungkapnya.

 

Sementara Kepala Diskominfo Kabupaten Probolinggo, Yulius Christian menyatakan, bahwa dalam menyampaikan informasi kepada publik perlu dilakukan dengan bijaksana.

 

"Karena tidak semua fakta dapat disampaikan kepada masyarakat, kita harus bijak dalam menulis informasi apakah itu akan berdampak positif atau sebaliknya memicu hal negatif," ujarnya.

 

Yulius mengapresiasi langkah PCNU Kabupaten Probolinggo melalui LTNNU yang peduli terhadap ketahanan informasi digital. Oleh karenanya, pasca pelatihan diharapkan banyak tulisan positif dari kader NU yang mewarnai jagat media digital.

 

“Penulis-penulis NU ini nantinya tidak hanya sebatas menghasilkan berita-berita positif, tapi juga berkembang pada promosi produk UMKM yang dikelola warga NU, sehingga dapat menguatkan kemandirian ekonomi Nahdliyin,” pungkasnya.

 

Peserta pelatihan ketahanan informasi digital gelombang 2 tersebut diikuti 30 peserta dari perwakilan lembaga dan banom NU di bawah naungan PCNU Kabupaten Probolinggo.


Tapal Kuda Terbaru