• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 9 Desember 2022

Metropolis

Siswa MANJ Paiton Probolinggo Terpilih Jadi Menteri Sehari

Siswa MANJ Paiton Probolinggo Terpilih Jadi Menteri Sehari
Afi Ahmad Ridho juara 1 sayembara Santri Sehari menjadi Menteri. (Foto: NOJ/MANJ)
Afi Ahmad Ridho juara 1 sayembara Santri Sehari menjadi Menteri. (Foto: NOJ/MANJ)

Surabaya, NU Online Jatim
Lewat perjuangan yang demikian keras dan menyisihkan ratusan peserta dari Tanah Air, Afi Ahmad Ridlo, siswa MA Nurul Jadid (MANJ) kelas XII IPA unggulan 1, berhasil menjadi yang terbaik sebagai juara 1. 

 

Afi berhasil menyisihkan 140 peserta lain dalam sayembara Santri Sehari Menjadi Menteri. Dirinya mengikuti event tersebut sebagai delegasi Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Kabupaten Probolinggo.

 

“Wah, seneneng banget ya,” katanya sebagaimana dilansir website madrasah setempat.

 

Berkah dari juara tersebut, Afi mengatakan berhak mendapatkan tabungan pendidikan sebesar Rp.22 juta dari Kemenag RI. 

 

Karena masih tercatat sebagai santri, dirinya memanfaatkan hadiah yang ada untuk digunakan bagi pembangunan fasilitas pesantren.

 

“Nominal sebesar itu akan saya sisihkan buat nyumbang pembangunan masjid di Pesantren Nurul Jadid juga di MANJ,” ungkap siswa yang juga menjabat presiden International Student Organization (ISO) MANJ itu.

 

Dikutip dari situs Kemenag.go.id, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani mengatakan, rencananya, Afi beserta para pendampingnya akan diundang ke Jakarta dan mengikuti prosesi sebagai Santri Sehari Menjadi Menteri pada 21 Oktober dengan berbagai rangkaian aktivitas yang telah disusun panitia Peringatan Hari Santri 2021.
 

Afi yang menjabat sebagai ketua Majelis Perwakilan Kelas di MANJ itu menuturkan, dirinya mengirimkan video pada hari terakhir tanggal 13 Oktober 2021. Video berdurasi tiga menit yang dikirimkannya mengusung tema Pemberdayaan Alumni Pesantren. Dalam video tersebut, dirinya memberikan gagasan agar kiprah lulusan pesantren bersinergi dalam berbagai sektor kehidupan.

 

“Lulusan pesantren tak hanya ditempatkan pada bidang pendidikan, melainkan bisa pada berbagai lini kehidupan. Bisa dibayangkan jika jebolan pesantren menjadi CEO sebuah perusahaan sekaligus bisa berkhutbah dan memimpin Jumatan,” demikian sekelumit petikan dalam video yang dikirim pada sayembara tersebut.


Editor:

Metropolis Terbaru