• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 5 Juli 2022

Matraman

Guru MA Al-Aqobah Jombang Terima Penghargaan dari KPK

Guru MA Al-Aqobah Jombang Terima Penghargaan dari KPK
Iin Purwanti (kanan) menerima penghargaan dari Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron. (Foto: NOJ/ISt)
Iin Purwanti (kanan) menerima penghargaan dari Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron. (Foto: NOJ/ISt)

Jombang, NU Online Jatim

Prestasi Madrasah Aliyah (MA) Pondok Pesantren Al-Aqobah, Diwek Jombang semakin moncer. Kali ini ditunjukkan oleh salah seorang guru setempat yang berhasil meraih penghargaan sebagai penyuluh antikorupsi inspiratif 2021. Guru tersebut bernama Iin Purwanti.


Penghargaan bergengsi ini diberikan langsung oleh Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron di Jakarta.

 

"Penghargaan ini diberikan kepada penyuluh antikorupsi yang mendedikasikan dirinya untuk penyuluhan antikorupsi," kata Iin Purwanti sebagaimana unggahan Facebook Akhmad Kanzul Fikri, Selasa (14/12/2021).

 

Menurutnya, KPK memberikan penghargaan kepada individu yang tidak hanya kegiatannya mengajak orang lain untuk berintegritas. Juga mengajak lembaga/institusi untuk menegakkan integritas. 


Gerakan mengispirasi yang dilakukannya yaitu membentuk komunitas Jatimpak, yakni sebuah kumpulan penyuluh anti korupsi di Jawa Timur. Selain itu, Iin juga membentuk forum penyuluh antikorupsi bagi guru dan tenaga kependidikan madrasah Kementrian Agama RI. 

 

"Kita mendampingi guru-guru dari madrasah menjadi penyuluh antikorupsi. Mendampingi guru-guru untuk mengikuti sertifikasi melalui jalur pengalaman maupun jalur diklat," ungkapnya.


Dikatakan, Iin juga melakukan penyuluhan dalam hal pendidikan antikorupsi melalui insersi mata pelajaran atau dengan kegiatan di luar mata pelajaran. Hal itu diberikan kepada siswa, guru, wali murid, masyarakat di lingkungan madrasah, dan pondok pesantren, Bahkan hingga kementrian, balai diklat dan lain sebagainya.


"Alhamdulillah, saya mendapatkan poin tertinggi dari aktifitas penyuluhan dan dampak korupsi," tandas Iin.
 


Editor:

Matraman Terbaru