• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 25 Januari 2022

Matraman

Muktamar Ke-34 NU, PCNU Jombang Bakal Usulkan Dua Hal

Muktamar Ke-34 NU, PCNU Jombang Bakal Usulkan Dua Hal
Suasana rapat pengurus harian syuriyah dan tanfidziyah PCNU Jombang. (Foto: NU Online Jombang)
Suasana rapat pengurus harian syuriyah dan tanfidziyah PCNU Jombang. (Foto: NU Online Jombang)

Jombang, NU Online Jatim

Ada dua hal usulan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jombang yang akan disampaikan pada Muktamar ke-34 NU. Yakni tentang sistem perencanaan, monitoring dan evaluasi (PME), serta penguatan roda organisasi.

 

Usulan tersebut disepakati dalam rapat pengurus harian syuriyah dan tanfidziyah PCNU Jombang yang dilaksanakan di kantor PCNU setempat, Rabu (17/11/2021).

 

"Jadi, usulan dari PCNU Jombang yang pertama tentang program, dan yang kedua tentang organisasi," ujar Wakil Ketua PCNU Jombang, H Muslimin Abdillah, dilansir NU Online Jombang, Kamis (18/11/2021).

 

Menurut Abdillah, usulan tersebut hanya sebatas ikhtiar yang dapat dilakukan PCNU Jombang. Perkara diterima atau tidak, tergantung bagaimana keputusan forum nantinya.

 

Secara rinci ia menjelaskan, terkait dengan program, PCNU Jombang mengusulkan agar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) membuat program yang memuat tentang sistem perencanaan, monitoring dan evaluasi (PME). 

 

"Sehingga dalam sistem PME itu semua kepengurusan NU di seluruh tingkatan, mulai dari PBNU sampai dengan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) memiliki satu sistem yang sama sesuai visi organisasi," terangnya.   

 

Disebutkan, bahwa bila tidak berada dalam satu sistem, maka akan ada banyak persoalan yang muncul dalam menerjemahkan visi secara nasional tersebut. Menurutnya, penyusunan sistem PME dilakukan sebagai langkah untuk membangun kemandirian NU menjelang satu abad.

 

"Karena ketika memiliki sistem PME yang baik, perumusan kegiatan yang membutuhkan ketajaman analisis dapat dilakukan secara mandiri oleh masing-masing kepengurusan di semua tingkatan," imbuhnya.

 

Sedang usulan kedua yang berkaitan dengan keorganisasian adalah penguatan roda organisasi. Menurutnya, salah satu yang perlu dilakukan ialah penguatan di tingkatan syuriyah. Sebab, dalam menerjemahkan keputusan PBNU, pengurus di tingkatan bawah belum mampu merespons secara optimal.

 

Selain itu, adanya perangkat organisasi berupa lembaga, badan khusus, dan badan otonom hendaknya dibina dan diayomi secara jelas. Namun, hal ini bukan berarti NU meminta laporan program dan kegiatan kepada badan khusus dan badan otonom.

 

"Akan tetapi sebatas sebagai bentuk kontrol atas program dan kegiatan yang dicanangkan oleh masing-masing dari mereka," pungkasnya.


Matraman Terbaru