• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 21 Mei 2022

Metropolis

Buku ‘100 Hujjah Aswaja’ Karya Kiai Ma’ruf Khozin Dibedah

Buku ‘100 Hujjah Aswaja’ Karya Kiai Ma’ruf Khozin Dibedah
Suasana bedah buku '100 Hujjah Aswaja' karya KH Ma'ruf Khozin secara virtual. (Foto: NOJ/ Boy Ardiansyah)
Suasana bedah buku '100 Hujjah Aswaja' karya KH Ma'ruf Khozin secara virtual. (Foto: NOJ/ Boy Ardiansyah)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Aswaja Nahdlatul Ulama (NU) Center Jawa Timur menggelar bedah buku karya KH Ma’ruf Khozin berjudul ‘100 Hujjah Aswaja’. Kegiatan dilakukan secara virtual via zoom meeting dan kanal youtube Aswaja NU Center Jawa Timur, Sabtu (22/01/2022).

 

Dalam kesempatan ini, Kiai Ma’ruf Khozin menyebutkan bahwa buku tersebut menjabarkan argumentasi-argumentasi amaliyah ibadah Nahdliyin selama satu tahun. Mulai dari seputar jenazah, kematian, puasa-puasa sunnah, thariqah, dan lain-lain.

 

“Pada intinya, apa yang disampaikan para ulama itu bukan bid’ah, seperti pada hadist yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim menjelaskan jika ada orang bijak bestari mengambil hukum, ia ijtihad lalu benar, ia dapat dua pahala. Jika ia ijtihad, lalu salah ia dapat satu pahala,” terang Direktur Aswaja NU Center Jawa Timur itu.

 

Andaikan ada orang berijtidad menolak maulid Nabi dan mengatakan amalan ini dilarang. Jika ijtihad yang dilakukan benar, ia mendapat dua pahala. Sedangkan Nahdliyin yang  mengamalkan maulid yang telah diijtihadkan oleh Imam Jalaluddin as-Suyuthi dan Ibnu Hajar al-Haitami kalaupun salah tetap mendapat pahala satu.

 

“Jadi, tidak masuk neraka. Kenapa? Karena sudah melalui proses ijtihad,” terang kiai muda yang juga Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim itu.

 

Terkait nisfu sya’ban, alumni Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri itu meluruskan anggapan yang mengatakan hadist terkait malam nisfu sya’ban adalah palsu. Menurutnya, kelompok di luar NU menyebarkan palsunya saja. Padahal, hadist terkait malam nisfu sya’ban jika dicek di kitab Nashiruddin Albani hadistnya shahih.

 

“Ooo, ternyata mereka ketika melihat hadist yang merugikan mereka, meskipun shahih tidak disampaikan,” katanya.

 

Dalam masalah isbal (pakaian di bawah mata kaki), menurut Kiai Ma’ruf Khozin hukumnya makruh, tidak sampai haram seperti apa yang dikembangkan kelompok di luar NU.

 

“Memang kebanyakan kiai kita kalau memakai sarung itu di atas mata kaki. Tetapi saat memakai celana, kiai kita biasa seperti orang-orang pada umumnya, yang memakai celana hingga di bawah mata kaki. Hal tersebut tidak menjadi haram karena tidak disertai sifat sombong,” jelasnya.


Metropolis Terbaru