• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 1 Desember 2022

Tapal Kuda

Kiai Ma'ruf Khozin Ungkap Pencetus Amaliyah Yasin dan Tahlil

Kiai Ma'ruf Khozin Ungkap Pencetus Amaliyah Yasin dan Tahlil
KH Ma'ruf Khozin, Direktur Aswaja NU Center Jatim jelaskan pencetus amaliyah yasin dan tahlil. (Foto: NOJ/ Sufyan Arif)
KH Ma'ruf Khozin, Direktur Aswaja NU Center Jatim jelaskan pencetus amaliyah yasin dan tahlil. (Foto: NOJ/ Sufyan Arif)

Lumajang, NU Online Jatim

Salah satu amaliyah paling masyhur dan bisa dikatakan sebagai identitas warga NU adalah yasinan dan tahlilan. Amalan yasinan dan tahlilan hampir selalu dibaca Nahdliyin setiap malam Jum'at. Bahkan, amalan tersebut menjadi pilihan utama saat ada selamatan atau mendoakan orang meninggal.

 

"Namun, ketika kita ditanya siapa pencetus amaliyah yasin dan tahlil kita bingung menjawabnya,” ujarnya Direktur Aswaja NU Center Jatim, KH Ma’ruf Khozin, saat seminar yang diadakan Ikatan Alumni Santri Pondok Pesantren Miftahul Ulum Banyuputih Kidul, Kecamatan Jatiroto, Lumajang, Jum'at (21/01/2022).

 

Menurut Kiai Ma'ruf Khozin, amaliyah yasin dan tahlil dicetuskan seorang ulama besar asal Yaman dari kalangan ahlul bait yang dikenal termasuk salah satu waliyullah. Dia adalah Sayyid Abdullah al-Haddad.

 

"Habib Lutfi mengatakan, rangkaian amaliyah yasin dan tahlil secara umum berasal dari Al-Qur'an dan Hadits. Sedangkan yang menyusun adalah Sayyid Abdullah al-Haddad pemilik Rotibul Haddad," jelasnya.

 

Kiai Ma'ruf Khozin menambahkan, semua amaliyah yang diwariskan kiai-kiai di Indonesia bukanlah suatu hal yang baru. Hal itu pada dasarnya amaliyah penduduk jazirah Arab sebelum dikuasai kelompok Wahabi.

 

"Sebelum Arab berubah jadi Wahabi, alhamdulillah Allah sudah menakdirkan para muassis NU untuk mengetahui langsung amaliyah yang ada disana sesuai dengan empat madzhab dan semuanya ada dalilnya," imbuhnya.

 

Lebih lanjut, secara terperinci Kiai Ma'ruf Khozin menjelaskan dalil yasin dan tahlil dengan sangat detail. Di antaranya tertera dalam kitab karya Imam As-Suyuti Al-Lum'ah, yaitu pada hadits ke-61 mengenai anjuran membaca yasin di hari Jum'at dan Hadits riwayat Imam At-Thobroni di kitab Syarhis Shudur yang juga karya Imam As-Suyuti.

 

Mengenai Hadits Riwayat At-Thobroni Kiai Ma'ruf Khozin menuturkan, suatu hari Sahabat Jabir datang bertakziyah bersama Rasulullah saat Sahabat Sa'ad bin Muadz wafat. Usai proses pemakaman, Nabi membaca kalimat subhanallah. Bahkan, di riwayat Imam al-Hannan Nabi mambaca subhanallah, Allahu Akbar, dan Lailahaillallah.

 

"Karena Nabi membaca tasbih lama, maka para sahabat mengikutinya. Sahabat bertanya "Ya Rasulullah, kenapa engkau membaca itu tadi? Nabi menjawab: baru saja makam Sa'ad mengalami penyempitan". Ketika ini hampir menghimpit jasadnya, Nabi membaca itu dan kuburan Sa'ad diluaskan lagi oleh Allah," terangnya.

 

Kiai Ma'ruf Khozin mengingatkan, dengan semakin majunya teknologi harus lebih berhati-hati dengan propaganda yang mengatakan amaliyah orang NU terutama yasin dan tahlil tidak ada dalilnya. Bahkan seakan-akan propaganda tersebut membenturkan antara Nabi dan ulama.

  

"Di medsos ada poster kecil berisi "Nabi mengajarkan Surat Kahfi, kiai mengajarkan yasin di hari Jum'at, anda ingin ikut Nabi apa kiai?. Maka jangan mudah diadu domba, ini jelas perbandingan keliru. Jika anda ditanya seperti itu jawab saja ikut kiai otomatis ikut Nabi, kita ikut Nabi dengan pemahaman kiai," pungkasnya.


Tapal Kuda Terbaru