• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 21 Mei 2022

Metropolis

Inilah Program Awal PBNU setelah Pengukuhan Pengurus

Inilah Program Awal PBNU setelah Pengukuhan Pengurus
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

Sidoarjo, NU Online Jatim

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Amin Said Husni menyampaikan bahwa PBNU saat ini sedang mengidentifikasi permasalahan-permasalah yang dialami Nahdliyin. Hal ini disampaikan saat berbicang dalam acara salah satu TV swasta, Sabtu (22/01/2022) pagi.

 

Persoalan yang dihadapi Nahdliyin diyakini tidak sedikit. Sebab, jumlah Nahdliyin di Indonesia hingga dunia sangat besar.

 

“Oleh karena itu PBNU di bawah kepemimpinan Rais Aam KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum KH Yahya Cholil Staquf dari awal bertekad untuk secara bersungguh-sungguh berikhtiar mengatasi persoalan-persoalan Nahdliyin,” kata mantan Bupati Bondowoso itu.

 

Menurutnya, tidak bisa dipungkiri bahwa Nahdliyin mayoritas menekuni sektor pertanian, perkebunan, nelayan, dan peternakan. Maka sektor-sektor inilah yang akan menjadi program awal PBNU.

 

Pria kelahiran Pamekasan Madura ini membenarkan kondisi Nahdliyin yang ada di empat sektor tersebut masih belum sejahtera.

 

“Kondisi sebanarnya seperti itu. Oleh karena itu, PBNU melaksanakan program dalam sektor ini pada awal kepengurusan periode 2022-2027. Nanti insyallah dalam waktu dekat PBNU akan launching sejumlah program yang akan diselenggarakan di cabang-cabang,” terangnya.

 

Setelah kepengursan PBNU dikukuhkan di Balikpapan 31 Januari 2022 mendatang, selanjutnya pada 5 Februari 2022 akan meluncurkan program kerja sama pemberdayaan nelayan dengan Kementrian Kemaritiman.

 

Selain itu, kerja sama juga akan dilaksanakan dengan beberapa kementrian lain. Seperti Kementrian Kelautan untuk pemberdayaan nelayan guna  pengembangan kampung nelayan.

 

“Kegiatan ini akan dispustkan di Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur (NTT). Tetapi programnya tidak hanya di sana, melainkan juga akan didistribusikan ke daerah-daerah lain. Terutama ke daerah pesisir,” jelasnya.

 

Target dalam program ini adalah pemberdayaan para nelayan khususnya Nahdliyin. Sehingga para nelayan tidak lagi berada di level mustadh'afin, tetapi terus meningkatkan kesejahteraanya.

  

“Berikutnya nanti kami akan pindah ke Indonesia bagian barat yang dipusatkan di Palembang untuk launching program peremajaan sawit rakyat bekerja sama dengan Kementerian Perekonomian. Nanti juga akan didistribusikan ke Sumatera, Kalimantan dan pulau-pulau lain yang berpotensi dikembangkan potensi sawit,” tandasnya.


Editor:

Metropolis Terbaru