• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 7 Oktober 2022

Metropolis

Ketua NU Bawean Tekankan IPNU-IPPNU Dibentuk di Setiap Madrasah

Ketua NU Bawean Tekankan IPNU-IPPNU Dibentuk di Setiap Madrasah
Ketua PCNU Bawean, Kiai Muhammad Fauzi Ra'uf. (Foto: NOJ/ Aminuddin)
Ketua PCNU Bawean, Kiai Muhammad Fauzi Ra'uf. (Foto: NOJ/ Aminuddin)

Gresik, NU Online Jatim

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bawean, Kiai Muhammad Fauzi Ra'uf menekankan agar organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) dapat dibentuk di seluruh lembaga pendidikan atau madrasah di Pulau Bawean.

 

Penegasan tersebut disampaikan saat Pelantikan Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU Bawean dan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) yang terpusat di aula Pondok Pesantren Mambaul Falah, Kecamatan Tambak, Bawean-Gresik, Jum'at-Ahad (21-23/01/2022).

 

Menurutnya, ikhtiar pendirian Pimpinan Komisariat (PK) IPNU-IPPNU di lembaga pendidikan tersebut dapat bekerja sama dengan Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU) Bawean. 

 

“Sebagaimana kesepakatan dalam forum Majelis Alumni (IPNU-IPPNU), tugasnya PC IPNU-IPPNU segera datang dan temui Ketua LP Ma'arif NU untuk pendirian PK. Di seluruh madrasah di bawah naungannya. MTs dan MA di naungan Ma’arif NU wajib ada PK IPNU-IPPNU," paparnya.

 

Ia pun menceritakan, ketika di zamannya IPNU-IPPNU cukup aktif. Karena hampir seluruh lembaga pendidikan berdiri Pimpinan Komisariatnya.

 

"Dulu di zaman kita IPNU-IPPNU itu hidup karena hampir di seluruh lembaga pendidikan ada PK-nya. Nah, sekarang sudah tidak aktif lagi," ucapnya.

 

Pihaknya menjelaskan, IPNU-IPPNU dalam struktur NU itu adalah organisasi kader paling bawah yang anggotanya adalah para pelajar dan santri. Menurutnya, karena paling bawah mestinya paling banyak dan paling aktif.

 

Kiai Fauzi menambahkan, kader yang aktif di NU dikatakan sempurna apabila proses kaderisasinya dari bawah. Mulai dari IPNU-IPPNU, GP Ansor atau Fatayat NU, kemudian bergiat di Muslimat NU bagi yang perempuan atau ke NU bagi laki-laki.

 

"Nah, itu baru sempurna kaderisasinya. Kalau tidak begitu dalam perjalanan nanti kader itu suka angin-anginan. Terus terang saja, kader yang tidak ikut dalam proses yang panjang itu, justru yang membuat masalah ketika di NU," tegasnya.

 

Ia mengajak agar kaderisasi sejak dini terus dijaga. Dan itu tugasnya pengurus NU di semua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU). “Saya juga berharap, agar kader IPNU-IPPNU sering sowan atau silaturahmi ke kiai dan tokoh NU,” harapnya.

 

Kiai Fauzi menegaskan, bahwa tantangan NU saat ini jauh lebih berat dengan ketika NU berdiri. Dulu, NU itu berdiri karena ajaran Wahabi. Nah, sekarang lebih dari itu. “Tanggung jawab kita tentu lebih besar. Tapi saya yakin, NU di Bawean ini akan selalu selamat berkat doa para kiai," ungkapnya.

 

Dirinya pun mengucapkan terima kasih kepada Pimpinan Wilayah (PW) IPNU-IPPNU Jawa Timur yang sudah bersedia hadir untuk membina pelajar NU di Bawean. Ia juga mengucapkan selamat kepada pengurus IPNU-IPPNU Bawean yang baru dilantik.

  

“Selamat kepada pelajar NU yang baru saja dilantik. Semoga segala ikhtiar yang dilakukan bermanfaat untuk semua dan kita diakui sebagai santri Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy’ari,”  tandasnya.


Metropolis Terbaru