• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 28 September 2022

Pantura

Pesan Penting Kiai Marzuki di MKNU Tuban

Pesan Penting Kiai Marzuki di MKNU Tuban
MKNU Tuban yang dihadiri Kiai Marzuki Mustamar, Ketua PWNU Jawa Timur. (Foto: NOJ/Dhahrul Mustaqim)
MKNU Tuban yang dihadiri Kiai Marzuki Mustamar, Ketua PWNU Jawa Timur. (Foto: NOJ/Dhahrul Mustaqim)

Tuban, NU Online Jatim

KH Marzuki Mustamar, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, mengajak seluruh warga NU untuk tidak ragu dengan amaliyah yang biasa dilakukan di kalangan NU. Misalnya dalam ibadah, atau hal-hal lain yang juga memiliki nilai ibadah.

 

Tak usah yang sulit-sulit, Kiai Marzuki menyontohkan amalan yang setiap hari biasa dialami dan dikerjakan, seperti seperti soal hadats kecil dan hadats besar, perkara yang membatalkan wudlu, soal bacaan zikir, dan lainnya. Sebab, setiap amaliyah ibadah yang dilakukan di kalangan NU ada dasarnya, baik hadits maupun ayat dalam Al-Qur’an.

 

‘’Jadi, jangan ragu dan jangan  meragukan. Kabeh ono dasare,’’ ujar Kiai Marzuki saat membuka Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) di Gedung KH Hasyim Asy’ari kompleks Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban, Jumat (21/01/2022).

 

Sebelum membuka secara resmi MKNU yang digelar oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tuban ini, Kiai Marzuki sengaja memberi penguatan ke-NU-an pada para peserta. Kiai asal Malang tersebut mengaji kitab yang disusunnya. Bab yang dibaca di antaranya adalah soal batalnya wudlu ketika bersentuhan dengan seseorang yang bukan muhrim.

 

"Meski ada yang mengatakan bersentuhan dengan orang yang bukan muhrim tidak membatalkan wudlu, namun bagi NU itu membatalkan wudlu. Ada dasarnya," urai Kiai Marzuki.

 

Hal lain yang juga ditekankan adalah soal berdoa, wiridan, termasuk pujian berisi zikir setelah adzan sambil menunggu iqamah. Kiai Marzuki membeberkan ada hadits shahih yang menjelaskan itu. Sesuai hadits tersebut, bahkan Nabi Muhammad menganjurkan.

 

"Jadi malah disunahkan. Kalau ada yang bilang bid’ah atau sebagainya, jangan didengar. Dasarnya ada," tandasnya.

 

Terkait dengan organisasi NU, menurut Kiai Marzuki, memang sudah seharusnya mulai ditata siapa yang bisa menjadi pengurus NU. Misalnya untuk pengurus cabang, mestinya diisi dengan orang yang pernah menjadi pengurus harian di MWC, atau banom dan lembaga di bawahnya.

 

Sementara itu, KH Abdul Mujib Syadzili, Ketua MKNU PWNU Jawa Timur, menambahkan, MKNU di Tuban ini adalah MKNU yang ke-42 di Jatim, dari 45 cabang yang ada. Dalam MKNU yang digelar selama tiga hari itu, lanjut dia, ada 12 materi yang akan diberikan. Materi tersebut bisa menjadi bekal untuk ngurus jam'iah dan jamaah.

 

Imam Supriyadi, Ketua Panitia MKNU Tuban, mengatakan, MKNU diikuti lebih dari 170 peserta. Mereka berasal dari pengurus cabang, MWC, banom, lembaga dan dari IAINU. MKNU dilaksanakan selama tiga dengan narasumber atau fasilitator dari PWNU Jawa Timur dan PBNU.


Pantura Terbaru