• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 29 Mei 2024

Metropolis

Cerita dan Suka Duka Merayakan Ramadhan di Inggris

Cerita dan Suka Duka Merayakan Ramadhan di Inggris
Ning Aslaha Baladina dari Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang. (Foto: instagram @baladinaa)
Ning Aslaha Baladina dari Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang. (Foto: instagram @baladinaa)

Surabaya, NU Online Jatim

Ning Aslaha Baladina Zaimuddin dari Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang berbagi pengalamannya merayakan bulan Ramadhan di Inggris. Menurutnya melaksanakan Ramadhan di Inggris berbeda dengan di Indonesia, terutama dalam hal budaya.

 

“Punya kesempatan kuliah di Inggris dan kebetulan bertepatan dengan Ramadhan, tentunya banyak pengalaman yang saya dapat, baik suka maupun duka,” ujarnya saat acara Ngaji Online Santai atau Ngaos Ramadhan melalui live Instagram NU Online Jatim beberapa waktu lalu.

 

Tinggal di negara yang minoritas Muslim tentunya ada perbedaan, apalagi pada saat Ramadhan. Namun, hal ini memberikan pengalaman yang cukup berharga bagi dirinya. “Selain mendapatkan ilmu, juga dapat merasakan suasana Ramadhan yang berbeda,” ucap Ning Dena, sapaan akrabnya.

 

Ia mengaku hal yang disukai di Inggris karena ada banyak pelajaran yang diperoleh. Mulai dari menyadarkan diri sendiri bahwa jauh dari keluarga bukan berarti menjadikan diri untuk malas-malasan, dan hal-hal lainnya.

 

“Meskipun nyatanya sedikit merasa tertekan, karena di sini jarang ada orang berjalan ke masjid, tadarus Al-Qur’an, dan tidak ada lingkungan yang mendukung. Tapi, justru itu tantangan agar bisa mengubah diri sendiri,” ucapnya.

 

“Meskipun dikelilingi orang yang tidak berpuasa, berbeda kebiasaan, tapi orang-orang di Inggris itu punya toleransi tinggi. Di sini juga ada buka bersama gratis seperti di Indonesia,” imbuh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang ini.

 

Hal lain yang jarang ditemui di United Kingdom (nama lain Inggris) ialah suara adzan. Sehingga kesan adanya bulan Ramadhan kurang Nampak akibat jarang mendengar adzan yang khas. “Mungkin duka di sini selain rindu keluarga, vibes Ramadhan tidak terasa seperti halnya di Indonesia,” katanya.

 

Untuk itu, ia pun berpesan kepada mereka yang diberi kesempatan melaksanakan ibadah Ramadhan bersama keluarga dan lingkungan yang mendukung, agar lebih meningkatkan rasa syukur. Sebab, ketika sudah jauh dari keluarga, rasa rindu itu akan muncul.

 

“Tapi saya bersyukur bisa menjalani Ramadhan di UK, banyak pelajaran di sini. Dan semoga Ramadhan ini bisa membuat diri lebih baik dan selalu istiqamah dalam kebaikan,” tandasnya.

 

Penulis: Moch Rizqi Bagus Kurniawan


Metropolis Terbaru