• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 18 Agustus 2022

Metropolis

Cinta Ilmu dan Ulama, KH Ali Maschan Ingatkan Dua Pesan Pendiri NU

Cinta Ilmu dan Ulama, KH Ali Maschan Ingatkan Dua Pesan Pendiri NU
FGD Pendidikan yang digelar PWNU Jawa Timur, Jumat (11/03/2022). ​​​​​​​(Foto: NOJ/ Risma Savhira)
FGD Pendidikan yang digelar PWNU Jawa Timur, Jumat (11/03/2022). ​​​​​​​(Foto: NOJ/ Risma Savhira)

Surabaya, NU Online Jatim
Wakil Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Ali Maschan Moesa mengingatkan, umat Islam dan kaum santri sebaiknya harus mewarisi pesan penting Pendiri NU, KH Hasyim Asy'ari untuk mencintai ilmu serta mengamalkannya untuk kepentingan kejayaan Islam.
 

"Sayangnya, di Indonesia termasuk lemah dari hal literasi. Indonesia menempati ranking ke 62 dari 70 negara berkaitan dengan tingkat literasi, atau berada 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah," tuturnya.
 

Berdasarkan survei terakhir, Program for International Student Assessment (PISA) yang dirilis Organization for Economic Co-operation and Development (OECD). Tingkat literasi Indonesia pada penelitian di 70 negara itu berada di nomor 62.
 

Padahal sebenarnya, dengan literasi kedalaman pengetahuan seseorang terhadap suatu subjek ilmu pengetahuan bisa dipahami. Rendahnya tingkat literasi bangsa Indonesia ditengarai karena selama berpuluh-puluh tahun bangsa Indonesia, jauh dari tradisi membaca. Masyarakat kita terus dihakimi sebagai masyarakat yang rendah budaya bacanya.
 

Kiai Ali Maschan menegaskan hal itu dalam Focus Discussion Grup (FGD) Pendidikan yang digelar PWNU Jawa Timur dalam rangkaian Peringatan Harlah ke-99 NU, Jumat (11/03/2022).
 

FGD Pendidikan PWNU Jatim diikuti sejumlah akademisi mitra penyelenggaraan beasiswa santri yang diinisiasi NU Jatim sejak tiga tahun lalu serta diteruskan di masa-masa ke depan. Sejumlah perwakilan perguruan tinggi hadir, yang sebelumnya telah menandatangani kerja sama dalam pelaksanaan beasiswa perguruan tinggi.
 

Lima perguruan tinggi tersebut adalah Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Universitas Islam Malang (Unisma), Universits Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur, Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Madura, dan Institute Teknologi Sepuluh November (ITS).
 

Selain Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar, FGD Pendidikan juga dihadiri Wakil Rais Syuriyah PBNU KH Abdul A'la Basyir, Katib Syuriyah PWNU Jatim KH Syafruddin Syarif, dipandu Hasan Ubaidillah, Sekretaris PWNU Jatim.​​​​​​​
 

Dua pesan penting pendiri NU
Kiai Ali Maschan Moesa yang juga Pengasuh Pesantren Luhur Al-Husna Surabaya mengingatkan, dua pesan khusus Hadlratussyaikh Kiai Hasyim Asy'ari dalam Qoun Asasi Nahdlatul Ulama.
 

"Kiai Hasyim Asy'ari mendirikan NU agar para ulama Ahlussunnah Waljamaah bersatu dalam wadah organisasi. Jadi, menekankan agar ulama bersatu. Yang kedua, dengan organisasi NU agar  umat Islam hubbul 'Ilm (mencintai ilmu). Artinya, ya mengajarkan kita agar terus belajar, membaca dan mengkaji terus-menerus. Itulah literasi yang dimaksudkan NU," tuturnya.
 

Sementara itu, KH Abdul A'la Basyir menegaskan, pemberian biasiswa bagi putra-putri NU untuk masuk ke perguruan tinggi menjadi tekad NU dalam membangun masa depan.
 

"Karena ke depan, mereka yang berhasil kita dorong untuk belajar yang lebih tinggi, kelak bisa memanfaatkan dan mengamalkan ilmunya, baik di pesantren maupun di lingkungan pendidikan masing-masing. Dan tentu saja, akan menopang kekuatan NU di masyarakat," tutur mantan Rektor UIN Sunan Ampel tersebut.​​​​​
 

Kekuatan ajaran Aswaja dan cinta NKRI​​​​​​​
Katib Syuriah PWNU Jatim KH Syafrudin Syarif menyampaikan pesan, belakangan ada fakta di salah satu perguruan tinggi yang sekelompok orang berani mendeklarasikan diri mendukung ide khilafah, yang justru bertentangan dengan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang diperjuangkan NU.
 

"Fakta itu cukup memprihatinkan kita. Tapi, kita tidak boleh berhenti dalam menyemaikan nilai ajaran Ahlussunnah wal Jamaah di kampus-kampus dan perguruan tinggi, agar para mahasiswa dan kalangan akademisinya, tetap komitmen mencintai NKRI," tuturnya.
 

 

Menurut Kiai Safrudin, dengan pemberian beasiswa yang diadakan PWNU Jatim kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi dimaksud, akan memberikan penguatan terhadap nilai-nilai Islam yang diajarkan para pendiri NU, untuk mencintai tanah air, mencintai NKRI.


Editor:

Metropolis Terbaru