• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 1 Oktober 2022

Metropolis

Covid-19 Varian India Masuk Jatim, Tiga Warga Terinfeksi

Covid-19 Varian India Masuk Jatim, Tiga Warga Terinfeksi
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Istimewa)
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Istimewa)

Surabaya, NU Online Jatim

Covid-19 jenis B16172 yang dikenal dengan strain India dipastikan sudah masuk ke wilayah Jawa Timur. Hingga kini ada tiga warga Jatim yang terkonfirmasi terinfeksi Covid-19 jenis B16172.

 

Informasi tersebut dibenarkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. "Tadi pagi sudah keluar tiga orang terkonfirmasi B16172 berarti ini strain India," kata Khofifah dikutip Bangsaonline.com, Senin (14/06/2021).

 

Khofifah mengatakan, setelah mengetahui hasil tersebut, pihaknya berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 untuk melakukan penanganan lebih maksimal. Ketiga pasien Covid-19 itu masing-masing dirawat di RSLI Surabaya dan RSUR Bojonegoro.

 

Menurut Khofifah, pihaknya sudah berkoordinasi dengan tim tracing untuk melacak kontak erat dari pasien yang tertular strain India tersebut. Sehingga, tingkat penularan kasus baru Covid-19 bisa ditekan.

 

Selanjutnya, Khofifah menunggu hasil riset tim dari Unair Surabaya untuk mengetahui apakah ada strain lain yang masuk Jatim. Meski angka Rate Transmision (RT) Covid-19 di Jatim naik, Khofifah mengklaim bahwa tingkat hunian rumah sakit di Jatim masih belum mengkhawatirkan.

 

Ia memastikan bed occupancy rate (BOR) ICU di Rumah Sakit Syarifah Ambami Rato Ebu sudah di bawah 60 persen, yakni 38 persen. Kemudian untuk BOR isolasi sebanyak 82 persen.

 

"Enam rumah sakit penyangga di Surabaya untuk penanganan Covid-19 di Bangkalan ini berjalan cukup efektif. Selain itu, penyekatan di Suramadu juga masih terus dilakukan hingga saat ini," ujar Khofifah.

 

Ia menugaskan kepada Koordinator Tim Tracing dr. Kohar Hari Santoso untuk melakukan tracing yang sudah terkonfirmasi pernah menjadi kontak erat dari tiga pasien tersebut. Menurutnya, kasus ini sama dengan yang di Kudus.

 

 

"Saat ini, Tim Penanganan Covid-19 Jatim menunggu hasil Genome Sequencing berikutnya. Kami berharap, semua dapat terkomunikasikan dan terkelola dengan baik. Kami juga meminta ada pengecekan dan ditelusuri menular dari mana virus varian baru tersebut. Apakah yang bersangkutan hanya kontak erat, ataukah Pekerja Migran Indonesia (PMI)," tandasnya.


Editor:

Metropolis Terbaru