• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 19 Agustus 2022

Metropolis

Dies Natalis Unesa di Bulan Muharram, Ini Kata Gus Ali

Dies Natalis Unesa di Bulan Muharram, Ini Kata Gus Ali
Gus Ali Masyhuri saat di Dies Natalis Unesa. (Foto: NOJ/ Boy Ardiansyah)
Gus Ali Masyhuri saat di Dies Natalis Unesa. (Foto: NOJ/ Boy Ardiansyah)

Surabaya, NU Online Jatim

Wakil Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim, KH Agoes Ali Masyhuri menghadiri Dies Natalis Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Kamis, (04/08/2022) siang. Pada momen ini Gus Ali menyampaikan keutamaan bulan Muharram.


“Bulan Muharram adalah bulan kemenangan. Kalau Dies Natalis Unesa ke-58 tepat bulan Muharram, maka merupakan suatu yang cerdas. Karena bulan ini adalah bulan kemenangan,” ujarnya.


Dijelaskan, sejarah telah mencatat para nabi dan rasul serta ulama-ulama besar  diberi kemenangan oleh Allah atas musuh-musuhnya rata-rata pada bulan Muharram.


Para ulama sangat memperhatikan sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan karena ada malam lailatul qadar. Sepuluh hari pertama pada bulan Dzulhijjah karena ada hari arafah dan hari raya kurban. Selain itu, para ulama juga memperhatikan sepuluh hari pertama bulan Muharram.


“Ada apa di sepuluh hari pertama bulan Muharram? Ada sebuah peristiwa besar berupa perintah dari rasul untuk puasa tasua dan asyura. Insyallah puasa tasua tahun ini jatuh pada Senin dan puasa asyura Ahad atau 7-8 Agustus,” ujarnya. 


Adanya puasa tasua menandakan kecerdasan agama Islam. Pasalnya puasa asyura dilaksanakan tidak hanya umat Islam, orang Yahudi dan Nasrani sama melaksanakan puasa asyura untuk memperingati kemenangan Nabi Musa atas Firaun.


“Rasulullah mengatakan, saya umat Islam lebih berhak untuk melaksanakan puasa asyura. Supaya tidak sama dengan umat Yahudi dan Nasrani, nabi memerintahkan tidak hanya puasa asyura di tanggal 10 Muharram, tetapi juga puasa di tanggal 9 yang disebut puasa tasua,” tuturnya.


Gus Ali berharap keluarga besar Unesa dapat berbagi dan memperhatikan nasib orang lain yang kurang beruntung. Karena berbagai dengan orang miskin, janda atau anak yatim mengandung kekuatan yang sangat dahsyat.


“Barang siapa yang ingin menjadi orang besar harus mampu dan mau berbagi kesejahteraan mengurusi orang yang nasibya kurang beruntung. Jadi, kalau memberi santunan tidak perlu diberi seragam, dikumpulkan dan di foto. Kasihkan saja uangnya,” pungkasya.


Editor:

Metropolis Terbaru