• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 9 Agustus 2022

Metropolis

Fatayat NU Gresik Sayangkan Video Viral Pria Menikah dengan Kambing

Fatayat NU Gresik Sayangkan Video Viral Pria Menikah dengan Kambing
Ketua PC Fatayat NU Gresik, Ainul Farodisa. (Foto: NOJ/ Ist)
Ketua PC Fatayat NU Gresik, Ainul Farodisa. (Foto: NOJ/ Ist)

Gresik, NU Online Jatim
Baru-baru ini jagat maya dihebohkan dengan video viral seorang pria di Gresik yang menikah dengan seekor kambing betina. Sontak, aksi pria di Gresik yang ditujukan sebagai konten hiburan ini mendapat respons dari banyak kalangan. Salah satunya Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nadlatul Ulama (NU) Gresik yang menyayangkan video tersebut.


Ketua PC Fatayat NU Gresik Ainul Farodisa mengatakan, bahwa pihaknya menyayangkan atas dibuatnya video tersebut. Menurutnya, video tersebut sama sekali tidak elok karena tidak sesuai dengan kultur budaya setempat.


“Kami sangat menyayangkan adanya unggahan video pernikahan pria dengan kambing di Desa Jogodalu, Benjeng, Gresik. Walaupun hanya bersifat hiburan dan tidak beneran, namun kami merasa penayangan video itu kurang pas karena tidak sesuai kultur budaya dan pastinya menodai nilai-nilai keagamaaan,” katanya, Selasa (07/06/2022).


Tak cukup itu, dirinya menyebutkan bahwa video viral tersebut bisa merembet pada aspek penodaan agama. Pasalnya, ihwal pernikahan erat kaitannya dengan norma-norma agama.


"Apalagi video tersebut menayangkan sebagaimana layaknya pernikahana normal yang lengkap dengan ijab qabul, penghulu, dan beberapa saksi," tutur ibu tiga anak tersebut. 


“Klarifikasi memang telah dilakukan, tetapi itu setelah adanya keresahan yang terjadi di masyarakat,” imbuh Ainul.


Dengan kejadian tersebut, pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tanggap terhadap semua konten yang tersebar di media sosial. Tentunya, pengetahuan agama yang kuat akan bisa menjadi filter diri dalam menghadapi segala macam corak kehidupan di dunia.


“Perlu digaris bawahi, ingin viral boleh, tapi jangan menghalalkan segala cara walaupun itu hanya bohongan. Apalagi sampai meresahkan dan tidak sesuai dengan etika budaya masyarakat kita,” katanya.


Metropolis Terbaru