• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 25 September 2022

Metropolis

Gelar Rakornas, Lesbumi NU Rekomendasikan Jadi Banom Lagi

Gelar Rakornas, Lesbumi NU Rekomendasikan Jadi Banom Lagi
Rakornas IV Lesbumi NU yang merekomendasikan agar jadi banom lagi padaMuktamar ke-34 NU. (Foto: NU Online)
Rakornas IV Lesbumi NU yang merekomendasikan agar jadi banom lagi padaMuktamar ke-34 NU. (Foto: NU Online)

Surabaya, NU Online Jatim

Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia Nahdlatul Ulama (Lesbumi NU) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) IV. Agenda tersebut dipusatkandi Pesantren Kaliopak, Yogyakarta, Kamis-Jumat (28-29/10). Empat poin rekomendasi dihasilkan dalam agenda tersebut untuk dibahas di Muktamar ke-34 NU Desember 2021 mendatang.  

 

Salah satu poin rekomendasinya ialah harapan agar Lesbumi NU kembali menjadi badan otonom (banom) NU, sebagaimana awal didirikan. Harapan ini merupakan aspirasi kuat dari pengurus di sejumlah tingkatan yang membutuhkan garis koordinasi, instruksi, dan komunikasi yang lebih efektif dan efisien.

 

“Sebagai lembaga otonom, Lesbumi NU dapat mengatur rumah tangga sendiri secara bijaksana dan atau pun secara teknis strategis sesuai kebudayaan Lesbumi NU yaitu Saptawikrama (tujuh prinsip kebijaksanaan kebudayaan),” demikian bunyi poin rekomendasi yang ditandatangani Ketua Pengurus Pusat (PP) Lesbumi NU KH M Jadul Maula dan Sekretaris KH Abdullah Wong, dilansir dari NU Online, Sabtu (30/10).

 

Selain itu, Lesbumi NU secara teknis telah memenuhi syarat untuk menjadi banom NU. Di antaranya ketersediaan dan penyebaran Lesbumi NU di berbagai daerah, baik di dalam maupun luar negeri. Didukung pula oleh 70 persen lebih anggota yang telah mengikuti Madrasah Kader NU.  

 

Dalam kurun waktu lima tahun, Lesbumi NU mengalami perkembangan yang pesat. Tercatat, saat ini ada delapan pengurus wilayah, 118 pengurus cabang, 256 pengurus majelis wakil cabang, 303 pengurus anak ranting, dan empat pengurus cabang istimewa yakni di Rusia, Belanda, Riyadh, serta Western Australia (Perth).  

 

“Sejumlah pondok pesantren, berbagai lembaga pendidikan, serta komunitas seni pun memperlihatkan sikap simpati dan tertarik untuk berkolaborasi, bahkan bergabung dengan Lesbumi NU,” lanjutnya.

 

Lesbumi NU sejak Rakornas III telah memiliki wahana kaderisasi. Hal ini dalam rangka membekali wawasan kebudayaan berbasis tauhid kepada pengurus dan anggota. Secara prinsip, wahana kaderisasi diselenggarakan untuk menjelaskan Saptawikrama.  

 

Wahana kaderisasi itu bernama Asrama Saptawikrama (Astawikrama) untuk seluruh tingkatan pengurus, serta Pesantren Ramadhan Islam  Nusantara (Pramistara) untuk santri di pondok pesantren.  

 

Oleh karena di berbagai tingkatan telah membuktikan diri secara mandiri dan swadaya dalam melakukan percepatan peningkatan perangkat organisasi serta administrasi, maka Rakornas IV di Yogyakarta ini merekomendasikan kepada Muktamar ke-34 NU untuk mengabulkan agar Lesbumi kembali menjadi banom NU.  

 

Hasil Rakornas IV Lesbumi NU ini akan dijadikan sebagai bahasan dalam komisi organisasi, bahtsul masail maudhu’iyyah, dan komisi program kerja pada Muktamar ke-34 NU di Lampung mendatang.  

 

“Sebab secara substansial, NU sendiri didirikan bukan semata untuk menjawab problematika umat terkait masalah keagamaan, tapi bagi Lesbumi NU hadir untuk menjawab persoalan umat dalam konteks kebudayaan,” tutupnya.


Metropolis Terbaru