• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 27 Februari 2024

Metropolis

1 ABAD NU

Gubernur Khofifah: 1 Abad NU Momentum Memaknai Perjuangan Pendahulu

Gubernur Khofifah: 1 Abad NU Momentum Memaknai Perjuangan Pendahulu
Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa. (Foto: NOJ/Ist)
Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa. (Foto: NOJ/Ist)

Jakarta, NU Online Jatim

Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Nahdlatul Ulama (NU) adalah sebuah organisasi besar yang memegang peranan besar dalam upaya mengembangkan peradaban kemanusiaan.


“NU juga memiliki peran besar dalam upaya perbaikan kehidupan manusia yang berdasar pada Islam ala Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja),” katanya dalam acara Anugerah 1 Abad NU di Teater Tanah Airku, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Selasa (31/01/2023).


Ketua Umum (Ketum) Pengurus Pusat (PP) Muslimat NU itu menyampaikan, peringatan 1 Abad NU yang puncaknya akan digelar pada 07 Februari 2023 mendatang di Gelora Delta Sidoarjo ini adalah momentum untuk memaknai perjuangan para pendahulu sebagai semangat di masa kini dalam menghadapi masa depan.


Termasuk juga kegiatan Anugerah 1 Abad NU yang menurutnya merupakan bentuk apresiasi dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bagi tokoh Nasional, tokoh Internasional serta pesantren yang usianya diatas 100 tahun atas jasa dan kontribusi nyata yang sejalan dengan cita-cita NU.


“Momen ini adalah momen tabaruk atau momen mengais barokah dari perjuangan besar yang telah dilakukan oleh para pendahulu NU,” ujar mantan Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia (RI) itu.


Dengan total pesantren sebanyak 4.452 pesantren, Jatim tentu memiliki jumlah santri yang sangat besar, yakni 564.299 santri. Hal tersebut harus dijadikan upaya mewarisi tradisi yakni tabaruk pada sosok pejuang agama yang dijadikan panutan.


“Maka secara khusus, baik santri maupun tidak, mari kita sama-sama melakukan tabaruk pada sosok-sosok yang dijadikan panutan untuk meneladani sifat dan perjuangan dalam kebaikan,” tandasnya.


Tampak hadir dalam kegiatan ini, Mustasyar PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri, Mustasyar PBNU Nyai Hj Sinta Nuriyah, Katib Aam PBNU KH Akhmad Said Asrori, Sekretris Jendral PBNU H Saifullah Yusuf, Presiden RI kelima Megawati Soekarnowati, dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju.


Metropolis Terbaru