• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 1 Oktober 2022

Metropolis

Gus Miftah Komentar Begini setelah Timnas Indonesia Lolos Piala Asia

Gus Miftah Komentar Begini setelah Timnas Indonesia Lolos Piala Asia
Foto: PSSI
Foto: PSSI

Surabaya, NU Online Jatim

Tim Nasional (Timnas) Indonesia berhasil melaju ke final Piala Asia 2023 setelah dalam laga terakhir mengalahkan Timnas Nepal dengan skor 7-0 dalam kualifikasi Piala Asia 2023 di Kuwait, Rabu (15/06/2022) dini hari. Kemenangan tim asuhan Shin Tae Yong ini menuai komentar khusus dari pendakwah KH Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah.


Melalui postingan di akun Instagramnya, Gus Miftah menyampaikan ucapan selamat atas keberhasilan Fahkrucin Ariyanto dan kawan-kawan. “Selamat laskar garudaku. Indonesia lolos Piala Asia (2023),” kata Gus Miftah.


Kemudian ia mengatakan bahwa sesungguhnya perjuangan tim garuda serba salah. “Tapi serba salah ya jadi Timnas. Kalah dicaci maki, menang jadi bahan kampanye,” ungkap Gus Miftah.


Meski demikian, Gus Miftah tidak menyebut secara spesifik kemenangan Timnas Indonesia dijadikan bahan kampanye oleh siapa. Ia hanya menegaskan apresiasinya atas prestasi yang sudah diraih Timnas Indonesia. “Tapi apa pun itu,  selamat garudaku,” tandasnya.


Adapun kemenangan ini dipastikan mengantarkan Timnas Indonesia lolos ke Piala Asia 2023 karena menjadi satu dari lima runner up terbaik. Skuad garuda lolos bersama Yordania dari Grup A yang menjadi juara grup.


Jalanya pertandingan

Sejak awal laga, Timnas Indonesia sudah membuka keunggulan melalui Dimas Drajad saat pertandingan baru berjalan enam menit. Sundulan Dimas memanfaatkan umpan Asnawi menggetarkan gawang Nepal.


Pada menit ke-33 Nepal harus bermain dengan 10 orang. Suman Aryal menerima kartu kuning kedua setelah melakukan pelanggaran keras kepada Asnawi dalam duel perebutan bola.


Unggul jumlah pemain, Timnas Indonesia akhirnya bisa memperbesar keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-44. Umpan terukur Asnawi mampu dimaksimalkan Witan untuk menggetarkan gawang Nepal.


Setidaknya, Timnas Indonesia memiliki dua peluang emas untuk memperbesar keunggulan di babak kedua. Namun peluang yang didapat Muhammad Rafli dan Witan masih bisa digagalkan Karki.


Pada menit ke-53 Tim Garuda bisa unggul 3-0. Kesalahan Karki yang tidak akurat membaca arah bola membuat bola jatuh tepat di depan Fachruddin Aryanto yang dengan mudah menceploskan bola.


Tak butuh waktu lama, hanya semenit berselang, Timnas Indonesia bisa kembali menggetarkan gawang Nepal. Kali ini umpan Rafli disambut tendangan lob Saddil untuk mengubah skor menjadi 4-0.


Rafli membuang peluang emas untuk menempatkan nama di papan skor pada menit ke-59. Sontekan Rafli memanfaatkan umpan terukur Arhan tidak optimal sehingga bisa digagalkan Karki.


Peluang emas didapatkan Timnas Indonesia beberapa detik berselang. Tembakan jarak dekat Witan juga tidak berhasil menggetarkan gawang Nepal.


Peluang emas yang didapatkan Timnas Indonesia kembali terbuang. Arhan berhasil memberikan umpan silang yang memanjakan tetapi sundulan Saddil justru hanya tipis di sisi kanan gawang Karki pada menit ke-62.


Karki kembali membuat pemain Timnas Indonesia gigit jari pada menit ke-69. Kali ini kiper Nepal itu menggagalkan sundulan jarak dekat Elkan Baggott yang mengarah ke gawang dengan gemilang.


Timnas Indonesia bisa mencetak dua gol dalam waktu satu menit mendekati akhir babak kedua untuk unggul 6-0. Baggott mencetak gol lewat tembakan terarah dari luar kotak penalti diikuti gol kedua Witan melalui sontekan pelan dari dalam kotak penalti.


Pada menit ke-90, pemain pengganti Marselino Ferdinan mencetak gol ketujuh buat Timnas Indonesia. Sepakan Marselino bersarang ke sudut kiri gawang Nepal. Skor 7-0 bertahan hingga laga usai.


Editor:

Metropolis Terbaru