• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 7 Oktober 2022

Metropolis

Gus Ulil Abshar Abdalla Ungkap Kelebihan Ulama Zaman Dulu

Gus Ulil Abshar Abdalla Ungkap Kelebihan Ulama Zaman Dulu
Ulil Abshar Abdalla, Ketua Lakpesdam PBNU (Foto: NOJ/istimewa)
Ulil Abshar Abdalla, Ketua Lakpesdam PBNU (Foto: NOJ/istimewa)

Sidoarjo, NU Online Jatim
Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ulil Abshar Abdalla mengungkapkan kelebihan ulama zaman dulu. Hal itu ia sampaikan saat mengisi webinar yang digelar oleh Lakpesdam Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo, Kamis (20/05/2022) pagi.

 

Menurut menantu KH Ahmad Mustofa Bisri itu, kelebihan ulama zaman dulu adalah mampu menulis kitab yang tebal dan rumit sekali. Di saat yang sama juga menulis kitab yang sederhana untuk orang-orang awam.

 

“Kelebihan ulama dulu ini tidak banyak yang mengamati. Padahal kelebihannya patut kita jadikan bahan renungan,” ungkapnya.

 

Cendekiawan muslim yang besar di Pondok Pesantren Mathali'ul Falah, Kajen, Pati, Jawa Tengah itu lantas menyebut Imam Ghazali sebagai contoh ulama yang memiliki kelebihan seperti di atas. Menurutnya, Imam Ghazali berhasil mengarang kitab yang sangat rumit dan tebal seperti Kitab Ushul Fiqh Al-Mustashfa dan Ihya’ Ulumuddin.

 

“Tetapi di saat yang sama Imam Ghazali menulis karya popoler yang banyak dikaji dan dipelajari untuk orang awam seperti Bidayatul Bidayah dan Minhajul Abidin,” ungkapnya.

 

Pria yang pernah belajar di Fakultas Syariah Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta itu menyebut ulama zaman dulu mampu menerjermahkan ide-idenya dengan bahasa yang sederhana dan juga mampu menyelaraskan dengan cendekiawan muslim.

 

Disebutkan, kelebihan yang sama juga dimiliki oleh Imam Nawawi, Fakhruddin Ar-Razi, Imam Al-Haramain, Abu Bakar al-Baqillani, Ibnu Sina dan semua ulama besar zaman dulu.

 

“Jadi ulama dulu mampu berbicara dihadapan semua model audien. Semua audien dengan tingkat kecerdasan yang berbeda mampu diajak untuk berbicara melalui tulisan,” jelasnya.


Metropolis Terbaru