• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 5 Desember 2022

Metropolis

PWNU Jatim akan Gelar Musyawarah Alim Ulama, Ini yang Dibahas

PWNU Jatim akan Gelar Musyawarah Alim Ulama, Ini yang Dibahas
KH Abdul Matin Jawahir, Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Timur (dua dari kiri). (Foto: NOJ/Risma Shavira)
KH Abdul Matin Jawahir, Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Timur (dua dari kiri). (Foto: NOJ/Risma Shavira)

Surabaya, NU Online Jatim

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur akan menggelar Rapat Pleno dan Musyawarah Alim Ulama di Pondok Pesantren Sunan Bejagung, Semanding, Kabupaten Tuban, Rabu (30/03/2022) nanti. Salah satu bahasan dalam forum itu ialah soal kriteria sosok pemimpin terbaik sebagai acuan Nahdliyin pada Pemilu 2024.


"Para kiai pesantren mempunyai komitmen terhadap persoalan bangsa dan negara, dalam koridor politik kebangsaan. Nah, meskipun hajatan demokrasi baru pada 2024, tapi kami perlu memberikan panduan kepada umat," kata KH Abdul Matin Jawahir, Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Timur, dalam keterangannya, Senin (28/03/2022.


Dalam Forum Musyawarah Alim Ulama tersebut, dijadwalkan hadir para ulama dan kiai pesantren, juga para tokoh Forkopimda, seperti Gubernur Jawa Timur, Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya. Rais Syuriah PWNU Jatim KH M Anwar Manshur dan Ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar, tentu saja hadir bersama jajaran pengurus diikuti utusan badan otonom (Banom), seperti Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU), Sarbumusi, Pagar Nusa, dan lembaga-lembaga di lingkungan PWNU Jawa Timur.


Ditegaskan Kiai Matin, NU selalu hadir dalam setiap menghadapi permasalahan bangsa. Selain dakwah dan pengabdian di tengah masyarakat, NU mempunyai kriteria tersendiri yang berpijak pada Al-Quran, Sunnah Nabi, kesepakatan pendapat ulama (ijma' dan qiyas).


KH Abd Salam Shohib atau Gus Salam, Wakil Ketua PWNU Jatim menegaskan, NU sebagai organisasi masyarakat yang berpengaruh dan didengar di peta politik harus memiliki sikap jelas tentang wacana penundaan Pemilu 2024.


’’NU bertanggung jawab untuk bangsa dengan turut menjaga demokrasi yang telah dirintis oleh para pendahulu kita. Jangan sampai kemudian kesannya NU hanya ikut-ikutan, ketika bertemu dengan yang pro ikut pro dan sebaliknya. Sehingga terlihat tidak bisa memberikan sikap yang tegas,” katanya.


PWNU Jatim sendiri telah memberikan rekomendasi agar Pemilu 2024 dilaksanakan sesuai jadwal. Sikap itu dikeluarkan sebagai respons atas wacana penundaan pemilu yang digaungkan sejumlah elit partai politik. Menurut Gus Salam, demokrasi harus dijaga bersama dan tentu saja PWNU Jatim dengan tegas menolak pemilu ditunda karena itu melanggar konstitusi.


Metropolis Terbaru