• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 9 Agustus 2022

Metropolis

Sowan PWNU Jatim, Puan Kuatkan Semangat Bung Karno-Mbah Hasyim

Sowan PWNU Jatim, Puan Kuatkan Semangat Bung Karno-Mbah Hasyim
Puan Maharani saat sowan ke para kiai NU di kantor PWNU Jatim, Selasa (01/03/2022) malam. (Foto: NOJ/Risma Savhira)
Puan Maharani saat sowan ke para kiai NU di kantor PWNU Jatim, Selasa (01/03/2022) malam. (Foto: NOJ/Risma Savhira)

Surabaya, NU Online Jatim

Puan Maharani, Ketua DPR RI, sowan ke para kiai NU di kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur pada Selasa (01/03/2022) malam. Di sana, dia mengaku meminta wejangan dan membangun sinergi dengan NU dalam hal kebangsaan. Spirit Bung Karno dan KH Hasyim Asy’ari coba dikuatkan kembali.


Di kantor NU Jatim, Puan ditemui oleh, di antaranya, KH Agoes Ali Masyhuri, Wakil Rais Syuriyah PWNU Jatim; KH Syafruddin Syarif, Katib Syuriyah; KH Marzuki Mustamar, Ketua Tanfidziyah, dan beberapa kiai dan pengurus lainnya. Sementara dari PDIP, turut mendampingi Puan, di antaranya, Kusnadi, Ketua DPD PDIP, dan sekretarisnya, Sri Untari Bisowarno.


“Ini tadi saya bertemu dengan Romo Kiai Ali (KH Agoes Ali Masyhuri), juga dengan Ketua PWNU, Kiai Marzuki Mustamar, tentu saja dengan seluruh alim ulama, untuk bersilaturrahim. Setelah pelantikan kepengurusan PBNU yang sudah terpilih, hari ini saya melakukan kunjungan kerja di beberapa titik yang ada di Jawa Timur, dan setelah saya datang menyempatkan bersilaturrahim dengan para kiai yang ada di Jawa Timur,” kata Puan usai pertemuan.


Puan mengaku senang disambut dengan ramah oleh para pengurus dan kiai NU Jatim. Sebagai Ketua DPR yang juga cucu dari Proklamator RI, Soekarno alias Bung Karno, dia senang hubungan baik tetap terjalin antara PDIP dengan NU.


“Selama ini (Bung Karno) memang menjalin hubungan yang baik dengan KH Hasyim Asy’ari, kemudian dilanjutkan dengan Ibu Mega bersama dengan Gus Dur,” ujarnya.


Nah, silaturrahim kali ini dilakukan Puan dalam rangka menguatkan kembali hubungan baik para pendahulu dari kalangan nasionalis dan religius itu.


“Untuk tetap bisa melakukan sinergi dalam membangun bangsa dan negara. Bangsa dan negara ini tidak mungkin kita bisa bangun jika kemudian kita tidak bergotong royong. Tadi saya diberi wejangan oleh Kiai Ali bahwa silaturrahim itu intinya adalah gotong royong,” tandas Puan.


Sementara gotong royong, lanjut dia, adalah intisari dari Pancasila. Karena itu membangun sebuah bangsa menurutnya tidak mungkin sendirian.


“Kami pun menyadari bahwa kedekatan hubungan antara NU dan PDI Perjuangan ini tentu saja harus kami jahit kembali secara bersama-sama dan gotong royong. Dan di Jawa Timur inilah Bung Karno lahir, Bung Karno besar, dan Bung Karno wafat dimakamkan di Jawa Timur, karenanya saya sebagai cucu Bung Karno merasa punya kedekatan psikologis dengan Jawa Timur,” kata Puan.


Sementara itu, Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar menyampaikan bahwa Indonesia merdeka adalah buah dari gotong royong, termasuk berkat peran ulama. “Negeri ini harus tetap dikawal oleh para ulama dan kaum nasionalis, oleh dua arus besar ini,” katanya.


Metropolis Terbaru