• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 7 Agustus 2022

Madura

Harlah Ke-99 NU

Puncak Harlah NU, Peninggalan Syaikhona Kholil dan Mbah Hasyim Bakal Dipamerkan

Puncak Harlah NU, Peninggalan Syaikhona Kholil dan Mbah Hasyim Bakal Dipamerkan
Foto: NU Online
Foto: NU Online

Bangkalan, NU Online Jatim

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan melaksanakan puncak Hari Lahir (Harlah) ke-99 Nahdlatul Ulama di Bangkalan. Acara puncak Harlah NU tersebut juga akan dimeriahkan pameran manuskrip muassis NU dengan mendatangkan kolektor dari berbagai daerah.

 

Agenda yang digawangi oleh Nahdlatut Turots tersebut akan dilaksanakan di halaman Masjid Syaikhona Kholil, Mertajasah, Bangkalan pada Kamis-Jumat (17-18/02/2022).

 

"Untuk memeriahkan puncak harlah NU, kita mengadakan pameran jejak sejarah dan manuskrip muassis NU dengan tema 'Menyongsong Satu Abad: Khidmah Nahdlatul Ulama untuk Peradaban," terang Ketua Nahdlatut Turots, Lora Utsman Hasan.

 

Lebih lanjut ia menyampaikan, dalam pameran ini akan ditampilkan berbagai manuskrip, memorabelia dan infografis. "Kami menghadirkan sejumlah manuskrip asli ataupun cetak tua dari para muasis NU ataupun ulama NU lainnya. Ada sejumlah kolektor yang menampilkannya. Mulai dari Madura, Langitan sampai Banyuwangi," ungkapnya.

 

"Khusus untuk manuskrip, kita juga menghadirkan koleksi dari Padepokan Raden Umro Pamekasan. Koleksi ini akan menyajikan beragam fan keilmuan dari manuskrip-manuskrip peninggalan para ulama yang dapat ditemukan. Selain beragam kajian keagamaan, juga banyak pula manuskrip non-keagamaan," imbuh pendiri Lajnah Turots Ilmi Syakhona Muhammad Kholil itu.

 

Sejumlah memorabelia peninggalan para muasis NU juga akan ditampilkan dalam pameran tersbeut. Seperti halnya benda-benda peninggalan Syaikhona Kholil dan Hadratusysyekh KH Hasyim Asy'ari. Seperti halnya meja, surban, nampan, tongkat dan lainnya.

 

"Ada juga seperangkat alat tulis tempo dulu yang digunakan oleh para kiai maupun santri untuk menulis manuskrip-manuskrip ini," tambahnya.

 

Pameran tersebut juga akan menyajikan kronik perjalanan Nahdlatul Ulama dalam 99 tahun versi hijriyah. Kronik tersebut disajikan secara detail dari tahun ke tahun. Mulai 1344 Hijriyah hingga 1443 H.

 

"Khusus yang ini, ditangani langsung oleh Komunitas Pegon dari Banyuwangi. Selain disajikan dalam bentuk infografis, juga dilengkapi dengan arsip-arsip asli ke-NU-an yang berusia tua," jelas Utsman.

 

Utsman juga menjelaskan bahwa agenda pameran kali ini merupakan rangkaian gelaran Nahdlatut Turots yang digeber sejak akhir Desember tahun lalu. Mulai dari pameran dan deklarasi Nahdlatut Turots di Lampung saat Muktamar NU, lalu lanjut pameran di Balikpapan pada 31 Januari 2022 saat pengukuhan PBNU dan di Hotel Sultan Jakarta dengan mengangkat tema Pekan Memorial Syekh Nawawi Banten.

 

"Dengan pameran ini, kita ingin menggugah kesadaran masyarakat luas untuk peduli pada peninggalan intelektual para sesepuh yang berupa Turots ini. Sekaligus juga menggugah kesadaran bersama untuk peduli pada sejarah masa silam. Ini sebagai bentuk bakti kita pada perjuangan para leluhur sekalian memperkuat akar kepribadian kita semua," pungkas Utsman.

  

Untuk diketahui, pameran yang digelar Nahdlatut Turots ini, diselenggarakan secara mandiri dan gratis untuk pengunjung umum. "Siapapun boleh datang dan menyaksikan," ajak Utsman.


Editor:

Madura Terbaru