• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 27 November 2022

Metropolis

Gus Yahya Ulas Visi Menghidupkan Gus Dur saat Rakernas PBNU

Gus Yahya Ulas Visi Menghidupkan Gus Dur saat Rakernas PBNU
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf. (Foto: NU Online)
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf. (Foto: NU Online)

Surabayaya, NU Online Jatim

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf kembali menegaskan visinya dalam sebuah visinya dalam menghidupkan Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid). Visi tersebut akan diimplementasikan dalam menjalani roda organisasi PBNU.


Hal itu ia sampaikan saat agenda Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Pengukuhan Pengurus Lembaga/Badan Khusus PBNU. Kegiatan itu dipusatkan di Aula Institut Agama Islam Cipasung (IAIC), Desa Cipatat, Singaparna, Tasikmalaya, Kamis (24/03/2022).


Gagasan tersebut Kembali ditegaskan untuk mengingatkan para pengurus bahwa roda organisasi harus dijalankan dengan visi yang jelas, karena menyangkut soal pandangan tentang model organisasi.


“Di dalam menggulirkan visi itu, kita pun melakukan semua yang diperlukan. Pertama, kita membangun narasi kenapa visi ini diperlukan dan kenapa harus visi sebagaimana yang kita tetapkan. Di antaranya sebagai artikulasi simbolik yang mewakili visi yang telah kita jalankan, kita katakan bahwa kita ingin menghidupkan Gus Dur,” tegas Gus Yahya dilansir NU Online. 


Gagasan menghidupkan Gus Dur tersebut bertujuan untuk menggambarkan dua komponen mendasar dari visi yang telah dijalankan. Pertama, idealisme kemanusiaan universal. Kedua, tekad untuk menggulirkan transformasi demi meningkatkan kualitas kehidupan kita bersama.


Selain itu, Gus Yahya lantas menyampaikan terima kasih dan ucapan selamat bekerja kepada para pengurus lembaga dan badan khusus yang telah dikukuhkan. Ia juga mengingatkan agar kata-kata harus menjadi kerja. 


"Saya ingin katakan, setiap kata yang keluar dari mulut kalian harus menjadi kerja. Setiap kerja harus terukur hasilnya. Kalian tidak boleh hanya bekerja hanya sekadar kelihatan sibuk. Kerjaan harus jelas tujuannya dengan hasil yang jelas ukurannya," tegas Gus Yahya.


Sekadar informasi, para pengurus lembaga dan badan khusus PBNU masa khidmah 2022-2027 yang telah dikukuhkan ini akan membahas sekaligus menetapkan rencana program kerja, pada Jumat (25/3/2022).


Agenda pembukaan Rakernas PBNU, hadir Pengasuh Pondok Pesantren Cipasung KH Abun Bunyamin Ruhiat, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Wakil Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin, Rais Syuriyah PWNU Jawa Barat KH Abun Bunyamin, Ketua PWNU Jawa Barat KH Juhadi Muhammad, serta para ketua PCNU se-Jawa Barat.


Metropolis Terbaru