• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 10 Desember 2022

Metropolis

Hadapi Global Warming, PMII Jatim Dukung Program Nol Emisi Karbon

Hadapi Global Warming, PMII Jatim Dukung Program Nol Emisi Karbon
Baijuri. (Foto: NOJ/Aziz)
Baijuri. (Foto: NOJ/Aziz)

Surabaya, NU Online Jatim

Dalam menghadapi situasi pemanasan global (global warming), berbagai negara saat ini telah mencanangkan mega proyek Net Zero Emission (NZE) atau nol emisi karbon, termasuk Indonesia.

Diketahui Pemerintah Provinsi Jawa Timur tengah mengkampanyekan program nol emisi karbon. Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa target tersebut di Jawa Timur akan sampai pada tahun 2060.

Merespons hal ini, Mandataris Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur, Baijuri menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya akan mendukung penuh program tersebut.

Dikatakannya, NZE mulai dikenal oleh masyarakat dunia sejak adanya Paris Climate Agreement pada 2015 lalu. Program NZE sendiri bertujuan untuk menekan pencemaran lingkungan yang berpotensi mengakibatkan pemanasan global.

 

"Demi kemaslahatan masyarakat Jawa Timur dan juga sebagai acuan provinsi lainnya, dengan tegas kami mendukung penuh program ini," ujarnya saat dikonfirmasi NU Online Jatim di Surabaya, Kamis (06/10/2022).

 

Intelektual muda NU asal Bondowoso ini akan mempersiapkan anggotanya untuk berkontribusi terhadap pelaksanaan program itu.

 

"Tentu kita juga akan menyiapkan SDM ke depan sebagai wujud komitmen kami pada program itu," cetusnya.

 

Baijuri juga mengingatkan, pada prinsipnya energi alam yang begitu melimpah yang dimiliki Indonesia dapat dijadikan energi alternatif di kemudian hari.

 

"Perlu diingat bahwa dalam mencari energi alternatif selain energi dari fosil, kita mesti memanfaatkan alam semesta ini. Energi surya matahari, air, angin, dan lain-lain adalah sumber energi alternatif yang bisa dimanfaatkan dan dikelola sebagai pengganti energi fosil," bebernya.

 

Dalam pandanganya, ia melihat perubahan iklim yang terjadi sangat membahayakan bagi bumi beserta seluruh isinya dikemudian hari. Maka ketergantungan terhadap energi fosil harus secara perlahan dikurangi sampai benar-benar habis.

 

"Sumber utama masalah perubahan iklim ialah ketergantungan masyarakat dunia terhadap energi fosil. Hal itu bisa terjadi karena masyarakat tengah digiring ke arah sana oleh pengaruh negara-negara kapitalis," kata Mantan Ketua PC PMII Jember 2019-2020 ini.

 

"Itu hubungan sebab akibat. Kenapa bisa begitu (ketergantungan), karena masyarakat sebagai konsumen, produsennya ini para elit global (kapitalis) yang membawa kita semua ke sana," sambungnya.

 

Lebih lanjut, Baijuri juga tengah menyoroti praktek industri ekstraktif seperti tambang dan industri kotor lainnya yang marak terjadi di Indonesia khususnya Jawa Timur. Hal ini berakibat perubahan iklim tak terelakkan.

 

"Proyeksi ke depan sudah jelas. Mari segenap elemen dan stakeholder pemerintah sama-sama berkomitmen. Pemerintah harus tegas dan berani mengambil langkah strategis dan taktis demi menyongsong nol zero emisi," tandasnya.


Metropolis Terbaru