• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 25 September 2022

Metropolis

Khofifah Dorong IKA PMII Jatim Turut Kurangi Kemiskinan

Khofifah Dorong IKA PMII Jatim Turut Kurangi Kemiskinan
Khofifah mengajak IKA PMII Jatim bersinergi mengurangi kemiskinan. (Foto: NOJ/ISt)
Khofifah mengajak IKA PMII Jatim bersinergi mengurangi kemiskinan. (Foto: NOJ/ISt)

Surabaya, NU Online Jatim
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengajak Ikatan Alumni (IKA) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jatim untuk mengurangi angka kemiskinan. Yang dapat dilakukan adalah dakwah dan jihad bil mal.


Hal itu disampaikan Khofifah dalam pidatonya saat acara pelantikan pengurus wilayah IKA PMII Jatim masa khidmat 2022-2027. Acara digelar di Hotel Bumi Surabaya, Ahad (12/06/2022).


Menurut Khofifah, IKA PMII Jatim bisa menjadi bagian kekuatan untuk mewujudkan Jawa Timur bebas desa tertinggal karena alumni PMII yang ada di berbagai sektor dapat melakukan banyak penguatan, termasuk dakwah dan jihad bil mal.


“Kalaupun kita mau bilang jihad maka jihad bil mal dan jihad bil mal. Dakwah bil mal ini menjadi bagian yang sangat penting untuk kita create bersama, tidak hanya di Jawa Timur,” kata Khofifah.


Dengan dakwah dan jihad bil mal, lanjut Khofifah, diharapkan dapat melakukan pemetaan bersama bahwa warga NU yang sebagian besar di desa harus bisa didorong keluar dari kemiskinan. 


“Mereka harus terdidik, mereka harus sehat, harus sejahtera,” ucapnya.


Berbekal tiga hal, yakni pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sebagai upaya mengurangi kemiskinan, Khofifah juga mengimbau IKA PMII Jatim bisa bersinergi dengan ikatan alumni lainnya maupun elemen strategis lainnya.


Sebab, kata dia, Pemprov Jatim optimistis pada tahun 2022 ada peningkatan 100 persen desa yang status sebelumnya maju menjadi mandiri.


Secara data Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur ini menyatakan bahwa provinsi yang dipimpinnya ini sudah terbebas dari desa tertinggal. Artinya semua desa di Jawa Timur sudah relatif memiliki akses baik itu dari segi infrastruktur, elektrifikasi hingga pendidikan dan kesehatan. Bahkan dari 10 desa mandiri secara nasional, 5 desa mandiri berada di Jawa Timur. 


"Dari 2 tahun sampai Juli 2021, ternyata dari 344 desa di Jawa Timur dari tertinggal menjadi desa bebas desa tertinggal," tegasnya.


Dari segi kemiskinan, Jawa Timur berhasil menurunkan angka kemiskinan 30 persen dari total penurunan kemiskinan nasional. Dengan penurunan angka kemiskinan ini, berarti angka kkesejahteran warga NU ikut naik.


"Warga NU harus bersikap harus bergerak melakukan tugas-tugas kebangsaan. Karena warga NU itu rata-rata ada di desa," ujarnya. 


Sementara itu, Ketua IKA PMII Jatim Thoriqul Haq mengatakan, waktunya kader PMII mengambil posisi dalam pengaturan bangsa ini. Ini akan terjadi jika setiap kader saling merangkul, bekerja sama untuk kebaikan ke depannya. 


"Kita harus solid, satu kesatuan, satu barisan saya akan rapatkan barisan di Jawa Timur," ujarnya.


Editor:

Metropolis Terbaru