Home Metropolis Warta Pendidikan Malang Raya Pemerintahan Madura Parlemen Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Mitra Pustaka

Hadiri Pertemuan dengan PCNU Se-Jatim, Ini Kata Gus Yahya

Hadiri Pertemuan dengan PCNU Se-Jatim, Ini Kata Gus Yahya
KH Yahya Cholil Staquf, Katib Aam PBNU (tengah) saat konferensi pers di PWNU Jatim, Sabtu (16/10). (Foto: NOJ/ A Thoriq Abdullah).
KH Yahya Cholil Staquf, Katib Aam PBNU (tengah) saat konferensi pers di PWNU Jatim, Sabtu (16/10). (Foto: NOJ/ A Thoriq Abdullah).

Surabaya, NU Online Jatim

Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menghadiri pertemuan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se Jawa Timur di kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim di Surabaya, Sabtu (16/10).

 

Usai pertemuan tersebut, Gus Yahya menyatakan bahwa dirinya tidak hanya berusaha untuk menjadi Ketua Umum (Ketum) PBNU. Meskipun sudah didukung oleh berbagai PWNU maupun PCNU di berbagai daerah untuk maju pada muktamar ke-34 NU.

 

“Ini bukan soal menang kalah, tapi saya optimis bahwa cabang-cabang bisa memahami bahwa agenda yang saya ajukan bisa disetujui oleh semua orang, sehingga semuanya siap melakukan dan mengeksekusi, mengamalkan agenda-agenda NU bersama-sama cabang dan wilayah se Indonesia,” katanya saat konferensi pers di kantor PWNU Jatim.

 

Saat ditanya sejauh mana dukungan dari PWNU maupun PCNU terhadap dirinya, Gus Yahya memperkirakan sekitar 80 persen sudah tersampaikan untuk mengusulkannya sebagai Ketum PBNU.

 

“Jawa Tengah sudah menyatakan hal yang sama, ada dari Sumatera Selatan, dari Bengkulu, dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dari Gorontalo, Maluku Utara, Maluku, Sulawesi Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan. Mungkin sekarang sudah 80 persen," ungkapnya.

 

Jika nantinya diamahi menjadi Ketum PBNU, kakak dari Menteri Agama Republik Indonesia, Yaqut Cholil Qoumas ini menyatakan, pihaknya akan memasifkan kegiatan di akar rumput. Khusunya dalam persoalan yang mendasar tentang kemasyarakatan.

 

"Menjadi pelayan tentang bagaimana melayani rakyat. Semuanya secara inklusif dan insyaallah menjadi bagian dari rancangan-rancangan yang akan dibahas dalam muktamar yang akan datang," tandasnya.

 

Sementara itu, KH Marzuki Mustamar Ketua PWNU Jatim dalam kesempatan tersebut menegaskan kembali bahwa organisasi di bawah pimpinannya sudah mengambil keputusan tentang kepemimpinan PBNU kedepan. Di antaranya mengusulkan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan Gus Yahya untuk posisi Ketum PBNU masa khidmat 2021-2026.

 

“PWNU (Jatim) dan cabang se Jawa Timur secara resmi keorganisasian menginginkan, mengusulkan untuk Romo Kiai Miftachul Akhyar pada posisi calon Rais Aam PBNU, kemudian KH Yahya Cholil Staquf untuk pada posisi calon Ketua Umum (PBNU),” kata Kiai Marzuki.

 

Adapun terkait pertemuan bersama PCNU, ia menyebut hal ini merupakan tindak lanjut dari konsolidasi yang sudah dilaksanakan pada tanggal 12 Oktober 2021 lalu.

 

 

“Menindak lanjuti sikap resmi PWNU Jawa Timur tanggal 12 Oktober 2021. Lalu ditindaklanjuti dengan menyampaikannya, menselaraskannya, membuat padu dengan cabang-cabang se Jatim. Secara umum sebenarnya sudah semua cabang, hanya karena keadaan yang jarak jauh, ada beberapa cabang yang tidak hadir,” ujar Kiai Marzuki.

Terkait

Metropolis Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

Terkini