• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 10 Desember 2022

Metropolis

Heboh Jamaah Umroh Wanita Pakai Baju Ihram Laki-laki, Asnuter Sidoarjo: Tidak Etis

Heboh Jamaah Umroh Wanita Pakai Baju Ihram Laki-laki, Asnuter Sidoarjo: Tidak Etis
Ilustrasi ihram. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi ihram. (Foto: Istimewa)

Sidoarjo, NU Online Jatim
Jagat maya dihebohkan dengan video jamaah umroh wanita asal Malaysia yang menggunakan pakaian ihram laki-laki. Sontak kejadian viral tersebut mendapat respons dari sejumlah kalangan, salah satunya Aswaja NU Center (Asnuter) Sidoarjo.


Koordinator Bimbingan Aswaja Asnuter Sidoarjo H Achmad Haidar Ilyas menilai, kasus tersebut merupakan perbuatan yang tidak etis dan bisa dikatakan melecehkan agama. Apalagi hal itu dilakukan di tempat mulia dan suci.


“Jika melihat alasannya dari pelaku sangat tidak masuk akal dan bisa dikatakan menjurus kepada penistaan simbol agama,” katanya diterima NU Online Jatim, Kamis (29/09/2022).


Haidar mewanti-wanti seluruh umat Islam untuk menjaga kesucian tanah haram. Ia pun mengajak umat Islam untuk menunjukkan bahwa tanah haram adalah simbol kiblat umat Islam  di dunia.


“Kejadian itu mengingatkan saya pada saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 2005 dan sempat ikut mengaji di Rusyaifah tempat Abu Yazid Muhammad yang saat ini diasuh oleh Sayyid Ahmad,” tuturnya.


Saat itu, almaghfurlah KH Maimoen Zubair mengatakan agar jangan pernah sekali-kali merendahkan Makkah dan jangan berbicara jelek tentang tanah haram. Sebab, tanah haram merupakan tanah yang diberkahi dan dimuliakan oleh Allah SWT.


“Tanah ini tanah yang istimewa, diriwayatkan dalam sebuah Hadist bahwa beribadah di Masjid Nabawi satu rakaat sama dengan seribu rakaat dari yang letaknya di luar tanah haram,” terangnya.


Menurutnya, keburukan atau kemaksiatan yang dilakukan di tanah haram dosanya akan berlipat ganda dibanding tempat lain. Begitupun sebaliknya, kebaikan yang dilakukan di tanah haram akan mendapat pahala yang berlipat-lipat.


“Itulah mengapa sering kali mendengar segala sesuatunya dibalas secara kontan atau langsung. Sering jamaah haji saat menemukan barang di tanah haram tidak langsung senang, tapi malah tidak berani karena kekeramatan tanah haram,” tandasnya.


Metropolis Terbaru