• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 8 Agustus 2022

Metropolis

Ini Dia Tiga Inisiator IPNU yang Jarang Diingat

Ini Dia Tiga Inisiator IPNU yang Jarang Diingat
Diskusi dalam rangka harlah dan Isra' Mi'raj oleh IPNU-IPPNU Ikhac, Mojokerto. (Foto: NOJ/INH)
Diskusi dalam rangka harlah dan Isra' Mi'raj oleh IPNU-IPPNU Ikhac, Mojokerto. (Foto: NOJ/INH)

Mojokerto, NU Online Jatim

Wakil Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Timur Muhammad Ishomuddin Haidar mengungkapkan ada tiga inisiator berdirinya IPNU yang jarang diingat oleh kader IPNU dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU). Mereka ialah KH Abdul Ghoni Farida (Jombang), KH Sufyan Kholil (Jombang), dan KH Mustahal Ahmad (Solo).

 

Hal itu disampaikan Ishomuddin dalam diskusi tema 'Transformasi dan Kolaborasi Pelajar Dalam Merajut Persatuan Guna Membangun Peradaban Bangsa' dalam rangka peringatan Isra’ Mi’raj sekaligus harlah IPNU yang digelar oleh Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Institut  KH Abdul Chalim (Ikhac) di Gedung Tarbiyah kampus tersebut di Kabupaten Mojokerto, Sabtu (13/03/2021).

 

Ia meminta kader-kader IPNU dan IPPNU tidak melupakan sejarah berdirinya organisasi pelajar NU tersebut. Tokoh-tokoh pendirinya juga senantiasa diingat untuk diteladani dalam berkhidmat di IPNU maupun IPPNU. Dalam kesempatan itu, Ishomuddin juga menyampaikan tentang pentingnya sistem penetapan aturan di IPNU-IPPNU melalui kongres.

 

"Peluang peran PKPT terhadap IPNU-IPPNU berpandangan pada Tri Dharma PT, yaitu sebagai pendidikan, pengabdian, dan penelitian dengan menyumbangkan hasil penelitiannya ke ranting dan cabang IPNU-IPPNU," katanya.

 

Ketua IPNU IKHAC Dalilul Falihin Dhofir berharap dari kegiatan tersebut bisa meneladani Rasulullah dan para ulama. Diharapkan juga IPNU Ikhac bisa lebih baik ke depan.

 

"Semoga harlah sekarang bisa meneladani amalan ulama dan organisasi PKPT Ikhac lebih baik, walaupun yang kemarin sudah lebih baik," kata Dalil.

 

Sementara itu, Ketua PKPT IPPNU Ikhac Riskatul Khasanah berharap kegiatan itu mampu mewadahi dan menyediakan tempat untuk berproses bagi para kader.

 

"Banyak wadah yang menyediakan tempat berproses, tapi semua tergantung dari niat masing-masing. Oleh karena itu, kita berusaha menjadikan PKPT sebagai wadah untuk menjadikan manusia seutuhnya yang selalu dibutuhkan," ujarnya.

 

Pembina PKPT IPPNU Farida Ulvi Naimah mengatakan bahwa kader IPNU dan IPPNU harus aktif di semua lini kehidupan. “Jika mau mengubah suatu sistem, maka kita harus bisa terlibat dalam sistem tersebut,” ucapnya.

 

Editor: Nur Faishal


Metropolis Terbaru