• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 18 Agustus 2022

Metropolis

Innalillahi, Abah Khitam Pengasuh Pesantren Al-Hidayah Sidoarjo Wafat

Innalillahi, Abah Khitam Pengasuh Pesantren Al-Hidayah Sidoarjo Wafat
KH Husnul Khitam Said, Pondok Pesanten Al-Hidayah Putri, Tarik, Sidoarjo semasa hidupnya. (Foto: NOJ/ Boy Ardiansyah)
KH Husnul Khitam Said, Pondok Pesanten Al-Hidayah Putri, Tarik, Sidoarjo semasa hidupnya. (Foto: NOJ/ Boy Ardiansyah)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Tersiar kabar duka bagi Nahdliyin Sidoarjo, khususnya keluarga besar Yayasan Pondok Pesantren Al-Hidayah, Tarik, Sidoarjo. Pasalnya, Pengasuh Pesantren Putri Al-Hidayah KH Husnul Khitam Said wafat pada Senin (03/01/2022) di Rumah Sakit Gatoel, Mojokerto.


Kabar wafatnya almarhum telah beredar di berbagai media komunikasi NU Tarik. Lebih-lebih yang menginformasikan ialah putra pertama almarhum, yakni Gus Muhammad Fatih.


“Assalamualaikum. Innalillahi wainna ilaihi rojiun, sampun kapundut abi kulo Husnul Khitam pukul 12.30 WIB. Semoga amalnya diterima oleh Allah SWT,” demikian isi pesan duka yang beredar.


Kiai Husnul Khitam atau familiiar Abah Khitam, merupakan putra ke-11 dari 11 bersaudara dari almarhum KH Muhammad Said Hamdan. Kiai Said Hamdan merupakan ulama kharismatik yang dihormati di Kecamatan Tarik. 


Tercatat, Kiai Said Hamdan merupakan Rais Syuriyah pertama Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Tarik tahun 1955. Disebutkan, bahwa Kiai Said menjabat selama 5 periode.


Almarhum Abah Khitam aktif berkhidmat di NU mulai sejak tingkat pelajar dengan bergabung di Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), dan melanjutkan di Gerakan Pemuda (GP) Ansor. 


Tak cukup itu, almarhum juga seorang pengurus MWCNU Tarik. Bahkan, pada masa khidmat 2013-2018 yang diamanahi sebagai Ketua MWCNU Tarik. Dan saat ini, almarhum sebagai Mustasyar MWCNU Tarik.


Menurut Dewi Masluhah salah seorang keponakan almarhum Abah Khitam merupakan sosok istiqomah dalam melakukan shalat jamaah. “Yang jelas, beliau sosok yang tidak pernah mau meninggalkan shalat jamaah,” ujarnya kepada NU Online Jatim.


Sedangkan Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Tarik Mokhamat Iqbal menyebutkan bahwa almarhum adalah sosok kiai yang mengayomi kader muda NU.


“Abah Khitam di mata kami merupakan sosok pengayom. Ia akrab kami panggil abah karena memang sifatnya yang kebapakan. Ia tokoh NU yang berjiwa besar,” ujarnya.


Lebih lanjut, Iqbal bersaksi bahwa almarhum selama di NU telah melahirkan banyak kader muda. Bahkan, di kala berkhidmat di GP Ansor mampu menggerakkan pemuda di masa-masa sulit pasca reformasi kala. Dan, menjadikan GP Ansor sebagai organisasi yang digandrungi pemuda.


“Kala memimpin MWCNU selalu terdepan dan bijaksana menjalankan kepemimpinan. Atas wafatnya almarhum, kami kehilangan tokoh besar NU. Semoga segala amal ibadahnya diganjar surga,” katanya.


Sementara itu, secara terpisah Rika Syifa’ul Choiro yang selama 6 tahun lebih menjadi santri di Pesantren Al-Hidayah Putri mengenal almarhum adalah sosok yang istiqomah.


“Beliau sangat istiqomah termasuk dalam ibadah sunnah, seperti shalat dhuha dan qiyamul lail. Selain itu, beliau sosok kiai yang sangat sabar dan penuh perhatian dengan santri,” katanya.


Metropolis Terbaru