• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 2 Juli 2022

Metropolis

IPNU-IPPNU Mojokerto Perdalam Pengetahuan Kitabiyah dengan ‘Guneman’

IPNU-IPPNU Mojokerto Perdalam Pengetahuan Kitabiyah dengan ‘Guneman’
Ustadz Taufik, Alumni IPNU Mojosari Mojokerto saat memandu ngaji kitab. (Foto: NOJ/Yulia Novita H).
Ustadz Taufik, Alumni IPNU Mojosari Mojokerto saat memandu ngaji kitab. (Foto: NOJ/Yulia Novita H).

Mojokerto, NU Online Jatim

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Mojosari menyelenggarakan rutinan Ngaji Kitab. Kegiatan tersebut dipusatkan di Musholla Az-Zumar Dusun Awang-awang Desa Awang-awang Kecamatan Mojosari Kabupaten Mojokerto, Senin (09/08/2021).

 

Kegiatan yang diberi nama Gugah ben Nemu Manteb e Seng Tenanan (Guneman) bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada kader IPNU-IPPNU setempat terkait kitab-kitab klasik di tengah gempuran teknologi digital.

 

Ustadz Taufik, Alumni IPNU Mojosari yang menjadi pemateri dalam kesempatan itu mengulas tentang keutamaan siwak dalam kitab Lubabul Hadist. Disebutkan bahwa siwak termasuk dari ibadah sunnah dalam syariat Islam.

 

“Seseorang yang melakukan shalat dua rakaat kemudian ditambah dengan bersiwak, maka ia akan memperoleh pahala 70 derajat,” ujarnya.

 

Sementara itu, Koordinator Bidang Kaderisasi PAC IPNU Mojosari, Sholeh Syaifuddin mengatakan, bahwa diadakannya acara ‘Guneman’ ini sebagai bekal bagi kader IPNU-IPPNU Mojosari terkait pengetahuan kitab turats.

 

"Tidak hanya mendengarkan penjelasan saja kitab saja, rekan dan rekanita bisa menambah pengetahuannya dengan tanya jawa,” ungkapnya.

 

Dirinya berharap, hal-hal yang telah disampaikan oleh pemateri dan menjadi tambahan pengetahuan dapat diamalkan oleh semuanya. Mengingat, lanjut Sholeh, yang terjadi dalam kehidupan saat ini justru tidak demikian.

 

“Banyak sekali orang yang punya ilmu, namun ilmu yang dimiliki jarang sekali diamalkan,” pungkasnya.

 

 

Diketahui, kegiatan ini diawali dengan tawassul kepada muassis NU dan keluarga yang meninggal dunia, serta dilanjutkan dengan tahlil. Lantas kemudian dipungkasi dengan latihan public speaking sebagai bekal bagi kader berbicara di depan umum.

 

Penulis: Yulia Novita Hanum

Editor: A Habiburrahman


Metropolis Terbaru