• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 10 Desember 2022

Metropolis

IPNU-IPPNU Sidoarjo Jelaskan Pentingnya Peran PKPT di Kampus

IPNU-IPPNU Sidoarjo Jelaskan Pentingnya Peran PKPT di Kampus
Forum Diskusi PKPT se Sidoarjo. (Foto: NOJ/ Maschan)
Forum Diskusi PKPT se Sidoarjo. (Foto: NOJ/ Maschan)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Ketua Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Sidoarjo, Aisyah Nur Afifah Maulidiyyah mengatakan, peran kader pelajar NU di lingkungan kampus sangat penting. Hal tersebut dibuktikan dengan raihan prestasi kader IPNU-IPPNU baik di tingkat regional, nasional, hingga internasional.


Hal tersebut disampaikanya saat forum diskusi yang digelar oleh Lembaga Komunikasi Perguruan Tinggi (LKPT) PC IPNU IPPNU Sidoarjo, Jumat (29/07/2022) di Kantor MWCNU Sukodono, Kabupaten Sidoarjo.


"Seperti dalam beberapa program Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek), kader IPNU-IPPNU banyak meraih prestasi pendanaan dalam mengatasi berbagai problematika di masyarakat. Hal tersebut menjadi kebanggaan tersendiri untuk kampus dan juga Nahdlatul ulama," ujar alumni Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) tersebut.


Aisyah menyebutkan bahwa kader IPNU-IPPNU yang sedang melanjutkan pendidikan tinggi harus mendapatkan apresiasi karena memiliki semangat yang tinggi dalam belajar.


Menurutnya, kader IPNU-IPPNU harus diberikan ruang dan kesempatan lebih dalam membatasi masuknya faham radikalisme di lingkungan perguruan tinggi.


"Para kader IPNU-IPPNU dapat melanjutkan dan mengembangkan organisasi keterpelajaran NU melalui PKPT di kampus. Seperti melakukan rutinitas amaliyah NU serta melakukan pengembangan potensi yang dimiliki melalui program-program yang ada di kampus maupun kementerian terkait," katanya.


"Oleh karena itu pentingnya peran organisasi keterpelajaran NU di lingkungan kampus," lanjutnya.


Lebih lanjut, Aisyah menjelaskan bahwa pentingnya ruang bagi kader IPNU-IPPNU di kampus harus terus dipertahankan eksistensinya. Melalui adanya wadah Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) dalam melestarikan dan menjaga amaliyah Nahdlatul Ulama di kampus-kampus.


"Selama ini, PC IPNU-IPPNU Sidoarjo sangat mendukung kegiatan pelajar NU di lingkungan kampus," imbuhnya.


Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Organisasi PC IPNU Sidoarjo, Agung Arie Iswanto mengungkapkan bahwa perkembangan IPNU-IPPNU tidak bisa dilepaskan dari banyaknya peran alumni PKPT yang kembali di masyarakat. 


"Kampus merupakan laboratorium dalam menciptakan dan mengembangkan potensi yang dimiliki kader IPNU-IPPNU untuk diterapkan kembali di masyarakat," kata Agung.


Agung yang juga alumni PKPT IPNU Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) menceritakan pola pengembangan organisasi dengan bekal pengalaman di perguruan tinggi. Kader IPNU-IPPNU yang selama ini berorganisasi hanya di ranting atau desa maupun kecamatan tentu berbeda dengan kader IPNU IPPNU yang berada di lingkungan perguruan tinggi baik dalam cara berfikir, tindakan serta kepemimpinannya.


Ia menegaskan bahwa peran kader IPNU-IPPNU di lingkungan kampus harus lebih diberdayakan untuk masa depan NU yang lebih baik.


"Hari ini, IPNU IPPNU masih memperjuangkan adanya PKPT di lingkup kampus. Sebab kampus merupakan tempat berkumpulnya  generasi muda berintelektual. Untuk itu pelajar NU juga harus diberikan tempat dan ruang dalam mengasah skill yang dimiliki dengan mengikuti organisasi di kampusnya masing-masing," pungkasnya.


Editor:

Metropolis Terbaru