• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 9 Agustus 2022

Metropolis

JQHNU Sidoarjo Adakan Pelatihan Baca Al-Quran Metode Tartila

JQHNU Sidoarjo Adakan Pelatihan Baca Al-Quran Metode Tartila
Pelatihan membaca Al-Qur'an dengan metode tartila yang diadakan oleh JQHNU Sidoarjo. (Foto: NOJ/ Mukhzamilah).
Pelatihan membaca Al-Qur'an dengan metode tartila yang diadakan oleh JQHNU Sidoarjo. (Foto: NOJ/ Mukhzamilah).

Sidoarjo, NU Online Jatim

Pimpinan Cabang (PC) Jam’iyyatul Qurra Wal Huffadz Nahdlatul Ulama (JQHNU) Sidoarjo mengadakan pelatihan dan pembinaan cara cepat belajar Al-Qur'an metode Tartila. Pelatihan dipusatkan di kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo, Kapasan, Sidokare, Sidoajo, Ahad (19/09/2021)

 

Pelatihan yang baru digelar pertama kali ini diikuti lebih kurang 130 peserta asal Kabupaten Sidoarjo dan sekitarnya. Pelatihan dibimbing langsung oleh KH M Hanafi dan KH Mahfudz, tutor metode Tartila nasional. Selain dilatih baca Al-Qur’an, peserta juga mendapat fasilitas berupa enam jilid buku metode Tartila.

 

Katib PCNU Sidoarjo, KH M Sholeh Qosim menegaskan bahwa niat mencari ilmu hendaknya dilakukan dengan sungguh-sungguh, karena ilmu adalah cahaya. Semakin tinggi ilmu yang dimiliki seseorang, maka semakin nampak cahaya yang ditimbulkannya.

 

“Ia juga akan bertambah sifat tawadhunya, tidak mudah marah, murah senyum dan lapang dada,” ujar pria yang merupakan Ketua PC JQHNU Sidoarjo masa khidmat 2001-2006 ini saat membuka acara.

 

Di sisi lain, Ketua PC JQHNU Sidoarjo, H Ahmad Ali Masykuri menyampaikan bahwa metode Tartila merupakan metode belajar Al-Qur'an yang dibentuk oleh para ulama.

 

“Pembentukannya tersebut bertujuan untuk menjadi pelengkap puzzle-puzzle dalam metode belajar Al-Qur'an yang ada,” tuturnya.

 

Pihaknya berharap, dengan pelatihan tersebut peserta dapat mengamalkan ilmu yang didapatkannya, baik di TPQ maupun di tempat tinggal masing-masing.

 

Sementara M Assegaf, salah satu peserta pelatihan mengatakan, bahwa pelatihan membaca Al-Qur'an metode Tartila itu sangat menyenangkan dan bermanfaat.

 

“KH M Hanafi dan KH Mahfudz selaku tutor sangat baik dan ramah kepada para peserta. Selain itu, mereka juga berpengalaman di bidang Al-Qur'an, baik tingkat nasional maupun internasional," pungkasnya.

 

Diketahui, metode Tartila merupakan metode penguasaan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Benar dimaksud ialah sesuai dengan kaidah tajwid, sedang baik berarti membacanya dengan tahsin, tartil, dan lagu-lagu yang indah. Kata ‘Tartila’ sendiri diambil dari firman Allah Swt dalam surat Al-Muzzammil ayat 4.

 

Turut hadir dalam kegiatan itu Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Sidoarjo H Chudori, yang mewakili Bupati Sidoarjo.

 

Editor: A Habiburrahman


Metropolis Terbaru