• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 25 Mei 2022

Metropolis

Kembali Jadi Katib PBNU, Gus Awis Ingin Berkhidmat dengan Baik

Kembali Jadi Katib PBNU, Gus Awis Ingin Berkhidmat dengan Baik
Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan KH Afifuddin Dimyathi. (Foto: NOJ/Boy Ardiansyah)
Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan KH Afifuddin Dimyathi. (Foto: NOJ/Boy Ardiansyah)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Kiai muda asal Jawa Timur KH Afifudin Dimyathi kembali masuk di jajaran Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2022-2027. Koordinator Pendidikan di Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso, Peterongan, Kabupaten Jombang, itu ingin berkhidmat pada jam’iyyah yang didirikan oleh KH Hasyim Asy’ari dengan sebaik-baiknya.

 

Penulis kitab Asy-Syāmil fī Balāgah al-Qur'ān itu menceritakan bahwa pada Selasa (11/01/2022) dirinya menghadiri undangan ta’aruf dari PBNU.

 

“Saya baru tahu mendapat amanah setelah sampai di kantor PBNU untuk menghadiri acara ta’aruf dan sowan Rais Aam di ruang kerja beliau sesaat sebelum acara dimulai. Lalu KH Miftachul Akhyar menyampaikan bahwa yang diundang adalah para pengurus,” kata Gus Awis, sapaan akrabnya, saat dikonfirmasi NU Online Jatim, Kamis (13/01/2022).

 

Dia tak menolak karena memegang prinsip selalu sami'na wa atho'na kepada para pengurus NU. “ Ini tentu saja amanah yang cukup berat, mengingat NU adalah jam'iyyah yang sampai saat ini saya yakini selalu diawasi dan ditata oleh para muassisnya,” ungkap  kiai yang pernah balajar di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, itu.

 

“Semoga selalu diberi kemudahan dan keberkahan dalam menjalankan amanah ini,” pungkasnya.

 

Gus Awis sudah tidak asing di jajaran Rais Syuriyah PBNU. Sebelumnya dia masuk dalam jajaran Katib PBNU bersamaan dengan KH Ahmad Bahaudin Nursalim dan KH Afifudin Muhadjir  yang dimasukkan sebagai Rais Syuriyah.

 

Gus Awis merupakan putra dari pasangan KH A Dimyathi Romly dan Hj Muflichah. Dari jalur ayah, kakeknya KH Romli At-Tamimi, seorang Mursyid Tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah, yang jalur kememursyidannya sampai ke Sultan Auliya Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani hingga Nabi Muhammad SAW.

 

Sementara dari jalur ibu, Gus Awis merupakan cucu dari KH Ahmad Marzuki Zahid Langitan, Tuban, yang nasabnya sampai ke Sunan Bonang.


Metropolis Terbaru