• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 23 Mei 2022

Madura

Profil KH Abd A’la Basyir Rais PBNU 2022-2027

Profil KH Abd A’la Basyir Rais PBNU 2022-2027
KH Abd A’la Basyir Rais PBNU masa khidmat 2022-2027. (Foto: Dok. PPA. Latee)
KH Abd A’la Basyir Rais PBNU masa khidmat 2022-2027. (Foto: Dok. PPA. Latee)

Sumenep, NU Online Jatim

KH Abd A’la Basyir ditetapkan sebagai salah satu Rais Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2022-2027. Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Nomor 01/A.II.4/01/2022, yang dibacakan Ketua Umum PBNU KH Yahya Choli Staquf, Rabu (12/01/2022).

 

Sosok kelahiran Sumenep, 5 September 1957 merupakan putra kedua dari KH Ahmad Basyir dan Ny Hj Umamah Makkiyah. Ia merupakan generasi ketiga di Bani Syarqawi atau cicit pendiri Pesantren Annuqayah Sumenep KH Muhammad Syarqawi. Sebagaimana dalam silsilahnya, KH Abd A’la bin KH Ahmad Basyir bin KH Abdullah Sajjad bin KH Muhammad Syarqawi.

 

Suami dari Nyai Hj Nihayatus Sa`adah memiliki empat putera serta memiliki tujuh saudara kandung, antara lain, Nyai Alif Layyinah, Kiai A Sahl (wafat), Nyai Iffah (wafat), Nyai Nafhah, Kiai M Hazmi, Nyai Uswatun Hasanah, dan Kiai M Ainul Yaqin.

 

Sejak kecil, Kiai A’la dididik di lingkungan Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk, Sumenep. Ia mengawali pendidikannya di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Annuqayah Guluk-Guluk (1972), Madrasah Mu’allimien Annuqayah Guluk-Guluk (1978).

 

Kemudian, pada tahun 1987 ia melanjutkan pendidikan Strata 1 di Fakultas Adab (kini Fakultas Adab dan Humaniora UINSA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel Surabaya. Selanjutnya Strata 2 di Pascasarjana IAIN (kini UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta pada 1996.

 

Jenjang Strata 3 ditempuh di Pascasarjana IAIN (sekarang UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta (1999), hingga akhirnya ia menyandang gelar Guru Besar di bidang spesialisasi ‘Sejarah Perkembangan Pemikiran Islam’.

 

Selain giat belajar, Kiai A’la juga aktif di berbagai organisasi. Pertama, aktivis dan konsultan dalam Konsorsium Keadilan dan Kedamaian (KKK) Malang (2002-sekarang). Kedua, anggota National Board pada International Center for Islam and Pluralism (ICIP) Jakarta (2003). Ketiga, anggota paripurna Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (2007-2009). 

 

Keempat, yaitu Dewan Pengawas Yayasan Annuqayah Guluk-Guluk (2011-sekarang). Kelima, A’wan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (2013-2018). Keenam, Khadim Pondok Pesantren Annuqayah Latee, Guluk-Guluk (2017-sekarang). Ketujuh, Wakil Ketua PWNU Jawa Timur (2018-2023), Majelis Masayikh Kementerian Agama Republik Indonesia (2021), dan kini Rais PBNU (2022-2027).

 

Sedangkan riwayat pekerjaannya, yaitu, dosen Fakultas Adab IAIN Sunan Ampel (1990-sekarang), dosen Sekolah Tinggi Keagamaan Islam Annuqayah (STIKA) (1987-2005), Asisten Direktur Bidang Akademik Program Pascasarjana IAIN Sunan Ampel (2005-2009), Pembantu Rektor Bidang Akademik IAIN Sunan Ampel Surabaya (2009-2012). Kemudian ia diamanahi Rektor IAIN Sunan Ampel (2012-2014), Rektor UINSA (2014-2018), serta Guru Besar Fakultas Adab dan Humaniora UINSA (2009-sekarang).

 

Kiai A’la merupakan tokoh yang haus pada ilmu pengetahuan. Sejumlah penelitian ia lakukan untuk mengasah kemampuannya di bidang akademik dan dimuat di berbagai jurnal nasional dan internasional. Bahkan, Kiai A’la acap kali menjadi narasumber di berbagai seminar, workshop dan sejenisnya.

 

Di bidang publikasi, Kiai A’la merupakan penulis yang produktif. Sejumlah tulisannya dimuat di berbagai penerbit. Di antara bukunya ialah ‘Ijtihad Islam Nusantara: Refleksi Pemikiran dan Kontekstualisasi Ajaran Islam di Era Globalisasi dan Liberalisasi Informasi (Muara Progresif, 2018); Jahiliyah Kontemporer dan Hegemoni Nalar Kekerasan (LKis, 2014); Agama Tanpa Penganut (2009); Praksis Pembelajaran Pesantren (LKiS, 2007),

 

Dirinya juga menulis buku ‘Pembaruan Pesantren (LKiS, 2006); Dari Neomodernisme ke Islam Liberal (Paramadina, 2003); Melampaui Dialog Agama, Kumpulan Tulisan Opini Kompas (Penerbit Kompas, 2002), dan sejumlah tulisan lainnya.

  

Berkat kegigihan di bidang akademik dan pengabdiannya pada pesantren serta jamiyah, Kiai A’la diganjar sejumlah penghargaan. Di antaranya, dosen terbaik dalam bidang penulisan karya tulis ilmiah di lingkungan perguruan tinggi agama Islam se-Indonesia (2004), dosen teladan di lingkungan perguruan tinggi Islam se-Indonesia (2007), Santri of the Year, Santri Berprestasi dalam Bidang Pendidikan (2017), dan Anugerah Pendidikan 2020 Widya Wiyata Dharma Samya dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA) (2020).


Madura Terbaru