• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 7 Desember 2022

Metropolis

Kembangkan Startup, Pesantren Asal Jatim Raih Juara Nasional

Kembangkan Startup, Pesantren Asal Jatim Raih Juara Nasional
Pondok Pesantren Roisus Shobur, Sidoarjo meraih sejumlah juara Nasional berkat Startup yang dikembangkannya. (Foto: NOJ/ Istimewa)
Pondok Pesantren Roisus Shobur, Sidoarjo meraih sejumlah juara Nasional berkat Startup yang dikembangkannya. (Foto: NOJ/ Istimewa)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Pondok Pesantren Roisus Shobur, Sidoarjo berhasil melambung di kancah nasional. Pasalnya, santri dari pesantren tersebut berhasil menyabet sejumlah juara nasional melalui startup yang dikembangkan. Kompetisi Sociopreneur tersebut digelar di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dan Universitas Surabaya (UBAYA) pada tahun 2021 ini. 

 

Sebelumnya mereka juga meraih juara Santripreneur Award 2020 tahun lalu. Kompetisi yang juga didukung oleh Kemenpora dan Kemdikbud tersebut diikuti ratusan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. Dalam ajang tersebut, peserta harus memiliki kemampuan dalam mengatasi permasalahan pendidikan dan sosial ekonomi di masyarakat melalui inovasi-inovasi yang kreatif di era industri 5.0.

 

Putra Pengasuh Ponpes Roisus Shobur, Luis Kholilur Rohman Saani mengatakan, pihaknya mengembangkan Starla Education, yakni sebuah sistem marketplace pendidikan dengan menggabungkan beberapa fitur seperti marketplace kelas dengan konsep MOOC (Massive Open Online Course), marketplace guru, marketplace skill dan marketplace toko edukasi.

 

"Hal ini sebagai market besar agar bisa memenuhi kebutuhan pendidikan dan karir, serta dapat mengurangi pengangguran kalangan terdidik,” katanya, Selasa (16/11/2021).

 

Pria yang akrab disapa Gus Luis ini mengatakan, bahwa di antara alasan mendirikan startup adalah ingin melawan stigma negatif pesantren yang dianggap ketinggalan zaman dan kurang berkontribusi dalam kemajuan peradaban.

 

Tidak hanya itu, pengembangan startup ini menurutnya sebagai bentuk implementasi dari hadits khairun naas anfa’uhum lin naas. Yang bertujuan untuk membantu menyelesaikan persoalan pengangguran kalangan terdidik di Indonesia.

 

“Kalau menurut saya, santri zaman now itu tidak hanya cukup hafal Al-Qur'an dan bisa baca kitab saja, tetapi juga harus bisa mengamalkan ilmunya untuk membantu masyarakat melalui inovasi teknologi 5.0,” imbuhnya.

 

Saat ini, Gus Luis yang juga merupakan santri KH Khozin Mansur Pondok Pesantren Manba’ul Hikam Tanggulangin, Sidoarjo, sedang membuat program Pesantren Startup yang bertujuan untuk mencetak founder-founder startup yang bisa memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat secara luas.

 

Penulis: Syarifah Ilma


Metropolis Terbaru