• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 6 Desember 2022

Metropolis

Ketua Aswaja NU Center Jatim Jelaskan Pilihan Sikap NU

Ketua Aswaja NU Center Jatim Jelaskan Pilihan Sikap NU
Ketua PW Aswaja NU Center Jawa Timur (kanan) saat mengisi acara. (Foto: NU Online Jatim/panitia)
Ketua PW Aswaja NU Center Jawa Timur (kanan) saat mengisi acara. (Foto: NU Online Jatim/panitia)

Surabaya, NU Online Jatim
Nahdlatul Ulama adalah organisasi keagamaan yang senantiasa menjaga sikap berada di tengah. Dalam artian tidak ekstrem. Dengan sikap itulah, NU  menjadi rujukan dan memiliki jamaah yang demikian banyak. 

 

Kemudian, bagaimana penjabaran posisi di tengah tersebut? KH Ma’ruf Khozin yang juga Ketua Pengurus Wilayah Aswaja NU Center Jawa Timur menjelaskan sebagai berikut.

 

“Posisi di tengah itu utamanya dalam pemahaman Islam,” katanya, Sabtu (7/12). 
Namun demikian, hal ini bukan berarti sepi dari konsekuwensi. 

 

“Sehingga bagian Islam kanan maupun kiri menganggap NU itu lawan mereka. Menurut yang kanan, NU condong ke kiri, sebaliknya dari sudut kiri juga begitu,” jelas alumnus Pesantren Ploso, Kediri tersebut.

 

Pada saat yang sama, NU juga berada di posisi tengah dalam hal wawasan kebangsaan. 

 

“Bagi yang ingin formalisasi syariah, NU dianggap penghalang perjuangan mereka. Bagi yang sekuler pun NU dianggap agak ke kanan karena masih memperjuangkan nilai-nilai agama,” kata kiai yang kerap mengisi pengajian di banyak media tersebut.

 

“Jadi, dari segala penjuru NU selalu berhadapan dengan apapun dan siapapun,” tegasnya.

 

Kendati dalam poisi selalu berhadap-hadapan dengan berbagai kelompok, keberadaan NU tidak tergoyahkan. Eksistensinya diterima berbagai kalangan, dan organisasi tersebar tidak hanya di pelosok negeri, bahkan hingga mancanegara.

Namun meskipun berhadapan dengan apapun dan siapapun, serta sudah berjalan sejak zaman Hadlratusyekh KHM Hasyim Asy'ari, KH Wahab Hasbullah hingga sekarang, NU tetap ada dan tidak punah. 

 

“Ini tentu saja karena pertolongan Allah SWT, allahu al-musta'an,” pungkasnya.

 

Editor: Syaifullah
 


Editor:

Metropolis Terbaru