• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 1 Oktober 2022

Metropolis

Ketua Pergunu Sidoarjo Ungkap Lima Hal Agar Guru NU Selalu Survive

Ketua Pergunu Sidoarjo Ungkap Lima Hal Agar Guru NU Selalu Survive
Moh Mujib, Ketua Pergunu Sidoarjo saat memberi sambutan. (Foto: NOJ/Boy Ardiansyah)
Moh Mujib, Ketua Pergunu Sidoarjo saat memberi sambutan. (Foto: NOJ/Boy Ardiansyah)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Pimpinan Cabang (PC) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Sidoarjo pada Jum’at (10/12/2021) menggelar Sarasehan Guru Sidoarjo yang bertempat di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Plus NU Sidoarjo.

 

Dalam acara yang mengangkat tema ‘Optimalisasi Peran Guru NU dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan’ ini, ketua Pergunu Sidoarjo Moh Mujib menyapaikan lima hal yang harus dimiliki guru NU. Yaitu fikrah tawassuthiyah, tasamuhiyah, ishlahiyah, tathowwuriyah, dan manhajiyah.

 

“Kalau kelimanya terus kita kembangkan, insyaallah guru NU akan selalu survive dimana pun berada,” tutur Mujib

 

Mujib juga mengignatkan bahwa jangan sampai guru NU menjadi persoalan, tetapi harus menjadi solusi di dunia pendidikan.

 

“Guru NU tidak boleh menjadi beban Dinas Pendidikan, tidak boleh menjadi beban Kemenag. Guru NU Harus bisa memberi kontribusi kepada keduanya. Apalagi bapak Dinas pendidikan dan Kasi Pendidikan Madrasah sangat konsen dan komitmen terhadap mutu dan pendidikan sekolah khususnya sekolah di lingkungan NU,” jelas Mujib.

 

Kasi Pendidikan Madrasah Kementrian Agama (Kemenag) Sidoarjo H Abdul Rohman dihadapan puluhan anggota Pergunu menyampaikan bahwa guru NU harus berperan lintas generasi. Serta menjadi nakhoda bagi anak-anak bangsa yang ingin berbakti untuk agama, bangsa dan negara.

 

“Guru mempunyai peran sosial ganda yaitu memberi keteladanan dalam keluarga sekaligus di sekolah atau madrasah. Guru bisa menjadi orang tua bagi segenap peserta didiknya, namun juga bisa menjadi penyejuk di keluarganya sendiri. Peran keteladanan tidak terbatas pada jam formal madrasah, tetapi diwajibkan melakoni peran serupa di luar madrasah,” terangnya.

 

Abdul Rohman juga menyadari bahwa masing-masing daerah memiliki tantangan tersendiri. Namun, tantangan tidak boleh menjadi sebuah hambatan. Pendidikan harus membawa perubahan untuk mencetak generasi yang bermartabat untuk hidup lebih sejahter​​​​​​​a.

 

Hadir dalam kesempatan ini Tirto Adi selaku Kepala Dinas Pendidikan, jajaran Pergunu baik dari PC maupun PAC se-Kabupaten Sidoarjo


Metropolis Terbaru