• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 10 Desember 2022

Metropolis

Khofifah: Muktamar Dosen PMII Harus Menyentuh Kebutuhan Masyarakat

Khofifah: Muktamar Dosen PMII Harus Menyentuh Kebutuhan Masyarakat
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indarparawansa saat menerima panitia Muktamar Dosen PMII. (Foto: NOJ/Humas)
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indarparawansa saat menerima panitia Muktamar Dosen PMII. (Foto: NOJ/Humas)

Surabaya, NU Online Jatim

Sejumlah panitia Muktamar Pemikiran Dosen PMII diterima Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa Sabtu (13/3) lalu. Pada audiensi tersebut, Khofifah menyampaikan apresiasi dan sangat antusias menyambut muktamar.

 

Ada sejumlah masukan yang disampaikan mantan Menteri Sosial itu. Di antaranya adalah muktamar tersebut harus menyentuh kebutuhan riil di masyarakat.

 

''Kontribusi dosen alumni PMII harus jelas,'' katanya.

 

Khofifah menuturkan selain membahas social sciences, di muktamar yang digelar 5 hingga 7 April itu harus menekankan applied sciences juga. Sebab ilmu yang aplikatif saat ini sangat dibutuhkan masyarakat.

 

Perempuan yang pernah menjadi Ketua Pengurus Cabang PMII Surabaya itu mengenang istilah diversifikasi profesi. Istilah tersebut dia populerkan ketika masih aktif di PMII saat itu. Menurutnya, istilah diversifikasi profesi masih relevan dengan kebutuhan saat ini.

 

''Saya dulu sering menyebut diversifikasi profesi. Jadi PMII harus tersebar ke semua profesi di semua lini kehidupan,” ujarnya.

 

Dalam pandangannya, jangan sampai terjadi penumpukan di profesi tertentu sementara pada profesi lainnya kosong. Padahal pada profesi yang kosong tersebut dibutuhkan masyarakat. Dia berharap alumni PMII terserap merata di semua profesi yang dibutuhkan masyarakat.

 

Pada pertemuan itu jajaran panitia tingkat Steering Committee (SC) maupun Organizing Committee (OC) ikut hadir. Di tingkat SC diwakili oleh Maftuhin, Mas'ud Said, KH Abd Halim Subahar, KH Sahid, Masdar Hilmy, dan KH Subakir.

 

Sementara di tingkat OC ada Ketua Pelaksana M Noor Harusidn bersama Citra Orwela, Arifa Millati, Husnul, Sutopo, Gus Tajudin dan Tim OC yang lain dari Tulungagung, Kediri, Madura, dan Jember.    

 

Maftuhin yang juga Rektor UIN Sayid Ali Rahmatullah Tulungagung (UIN Satu) menyampaikan perkembangan pelaksanaan muktamar. Selain itu dia juga menyampaikan permohonan kepada Gubenur Jawa Timur untuk berkenan menjadi tuan rumah.

 

''Jadi tuan rumahnya sebenarnya ibu gubernur. Kami dari UIN Satu hanya ketempatan acara,'' katanya.

 

Apalagi rencananya acara muktamar itu turut mengundang Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Dia juga menyampaikan bahwa muktamar mengambil tema besar yaitu SDM Unggul Dosen PMII Menuju Indonesia Emas.

 

Ketua OC Noor Harisudin menyampaikan muktamar itu terinspirasi dari kegelisahan para dosen.

 

''Kami para dosen alumni PMII ini gelisah. Kami tahu, dosen PMII tersebar di mana-mana, apa kontribusinya untuk NU dan untuk Indonesia,'' kata Sekretaris Forum Dekan Fakultas Syariah dan Hukum PTKIN se-Indonesia.

 

Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian, dan Pelatihan MUI Jawa Timur itu menyampaikan sudah sangat banyak dosen alumni PMII bergelar guru besar. Sehingga memiliki potensi untuk turut andil mewujudkan Indonesia emas pada 2045 nanti.

 

Untuk itu Haris mengatakan perlu ada basis data serta pemetaan jumlah dosen PMII. Termasuk dengan segala keahliannya. Dari data tersebut para dosen alumni PMII dapat mengetahui kontribusi apa yang dapat diberikan untuk Indonesia.

 

''Kita juga ingin memberikan kontribusi pemikiran yang kongkrit untuk menyongsong Indonesia emas,'' pungkasnya.


Editor:

Metropolis Terbaru