• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 25 September 2022

Metropolis

Kuatkan Ekonomi Umat, LAZISNU di Sidoarjo Salurkan Modal Usaha

Kuatkan Ekonomi Umat, LAZISNU di Sidoarjo Salurkan Modal Usaha
Pengurus UPZIS LAZISNU MWC Krian, Kabupaten Sidoarjo menyerahkan bantuan modal usaha berupa rombong jualan kepada Bu Wahyu, janda dhuafa, ibu dari tujuh orang anak, bertempat di aula kantor MWCNU Krian, Sabtu (28/11/2020). (Foto: NOJ/Yuli Riyanto)
Pengurus UPZIS LAZISNU MWC Krian, Kabupaten Sidoarjo menyerahkan bantuan modal usaha berupa rombong jualan kepada Bu Wahyu, janda dhuafa, ibu dari tujuh orang anak, bertempat di aula kantor MWCNU Krian, Sabtu (28/11/2020). (Foto: NOJ/Yuli Riyanto)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Pandemi Covid-19 tak kunjung selesai. Hampir seluruh sektor terdampak, termasuk sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang hanya bermodalkan pas-pasan. Oleh karenanya, diperlukan penguatan permodalan untuk pengembangan usaha bagi para pelaku UMKM agar mampu bertahan.

 

Seperti yang dilakukan Unit Pengelola Zakat, Infak, Sedekah (UPZIS) Lembaga Amil Zakat, Infak, Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Majelis Wakil Cabang (MWC) Krian, Kabupaten Sidoarjo dengan memberikan bantuan modal usaha kepada beberapa pelaku UMKM dan Nusantara Mart (NU Mart) Krian, yang merupakan salah satu unit usaha dari  Lembaga Perekonomian NU (LPNU).

 

Penyerahan bantuan dipusatkan di aula kantor MWCNU Krian,  Jalan Imam Bonjol No. 34, Kecamatan Krian, Sabtu (28/11/2020) malam. Dalam kegiatan ini menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

 

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris MWCNU Krian, Muhaimin memberikan apresiasi atas penyaluran bantuan modal usaha yang diselenggarakan oleh UPZIS LAZISNU MWC Krian. “Kami mewakili pengurus harian MWCNU Krian turut berbahagia dan berterima kasih kepada LAZISNU. Salah satu lembaga di bawah naungan MWCNU Krian yang cukup aktif berkhidmah,” tutur Muhaimin.

 

Lebih lanjut, Muhaimin menyampaikan bahwa MWCNU Krian telah memiliki toko yang cukup representatif dan sudah beroperasi sejak dua tahun lalu, yaitu NU Mart yang berlokasi di gedung MWCNU Krian lantai dasar. “Marilah, kami mengajak semuanya, sudah waktunya warga NU rutin berbelanja di Toko NU Mart. Dari NU untuk NU, belanja mudah, murah dan berkah,” katanya dengan penuh harap.

 

Sementara itu, Ketua UPZIS LAZISNU MWC  Krian, H Moch Saichu mengemukakan, tujuan pemberian bantuan modal usaha tahap pertama ini. Yakni untuk penguatan permodalan dan pengembangan usaha umat serta penguatan kelembagaan NU.

 

“Bantuan tersebut berasal dari Program Koin NU Peduli yang sudah berjalan di tingkat ranting atau desa. Bantuan modal ini diberikan kepada 11 pelaku UMKM dan NU Mart,” kata H Saichu, sapaan akrabnya, kepada NU Online Jatim.

 

Pendamping Ahli Program Pemberdayaan dan Pembangunan Masyarakat Desa (P3MD) Kementerian Desa  (Kemendesa) di Kabupaten Sidoarjo ini menjelaskan, para pelaku UMKM penerima bantuan tersebut berasal dari 11 ranting atau tingkat desa yang diusulkan oleh Badan otonom (Banom) MWCNU Krian. Diantaranya dari unsur Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Krian, PAC Fatayat NU, PAC GP Ansor, PAC IPNU-IPPNU, serta ranting NU.

 

“Bantuan modal ini adalah bentuk kepedulian kami kepada tumbuh kembangnya kewirausahaan Nahdliyyin, sebagai binaan UMKM LAZISNU MWC Krian, agar mereka semakin kuat perekonomiannya dan lebih berkhidmah di organisasi NU,” tegas pria yang pernah menjabat Kepala Desa Terungkulon, Kecamatan Krian tersebut.

 

Lebih jauh, H Saichu menegaskan, penerima bantuan modal ini banyak yang berasal dari usaha mikro dan kecil, diantaranya penjual sate keliling, penjual air keliling, penjual es tebu, dan penjual salote. Selanjutnya juga ada yang memiliki usaha krupuk, souvenir, hiasan maskawin pernikahan, penjual gorengan, usaha persewaan alat outdoor, serta penjual krupuk.

 

“Sedangkan NU Mart memang butuh penguatan permodalan untuk pengembangan usahanya yang sudah berjalan, dan saat ini juga sedang mengalami penurunan omset penjualan. Bantuan modal ini mayoritas dalam bentuk uang tunai, meskipun ada yang berupa rombong dan nilainya mulai dari 500 ribu sampai dengan lima juta rupiah,” tutupnya.

 

Bu Wahyu (40), warga Desa Barengkrajan, Kecamatan Krian,  salah seorang penerima bantuan modal usaha berupa rombong dari UPZIS LAZISNU MWC Krian, adalah janda dluafa dan ibu dari tujuh orang anak.

 

Ia harus membanting tulang sedirian semenjak suaminya meninggal dunia, sekitar dua tahun yang lalu. Diceritakannya, untuk menyambung hidupnya dan ke tujuh orang anaknya itu, ia berjualan pentol dan tahu bakar, dan sudah digelutinya selama tiga tahun ini.

 

Bu Wahyu sehari-hari membuka lapak jualannya dengan menyewa halaman depan rumah tetangganya, harga sewanya 200 ribu per bulan. Omset yang didapatkannya pun tidak menentu, paling banyak 150 ribu per hari, apalagi saat ini masih dalam masa pandemi.

 

 

Ia tak kuasa menahan perasaan harunya sekaligus bercampur bahagia, setelah menerima bantuan modal usaha tersebut, karena rombong yang digunakannya untuk berjualan selama ini sudah rusak.

 

“Terimakasih LAZISNU, saya bersyukur dapat bantuan rombong ini, karena rombong yang ada sudah rusak dan ukurannya juga kecil. Semoga usaha saya semakin berkembang dan omsetnya bertambah pula,”harapnya.

 

Editor: Romza


Editor:

Metropolis Terbaru