• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 2 Juli 2022

Metropolis

Kunjungi Unusida, Direktur Diktis Kemenag RI Pastikan Kesiapan Prodi Keagamaan

Kunjungi Unusida, Direktur Diktis Kemenag RI Pastikan Kesiapan Prodi Keagamaan
Kunjungan Diktis Kemenag RI Prof Suyitno di Unusida kampus Lingkar Timur, Jum'at (21/05/2021) lalu. (Foto: NOJ/LYR)
Kunjungan Diktis Kemenag RI Prof Suyitno di Unusida kampus Lingkar Timur, Jum'at (21/05/2021) lalu. (Foto: NOJ/LYR)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Peningkatan mutu pendidikan di perguruan tinggi merupakan kebutuhan yang mendesak untuk segera dilakukan perbaikan. Menyadari hal itu, Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) terus melakukan upaya perbaikan dan terobosan baru.

 

Kali ini Unusida menggelar pembinaan dalam rangka menyongsong pembukaan Program studi (Prodi) baru Keagamaan dengan menghadirkan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama (Kemenag) RI Prof Suyitno. Acara ini dipusatkan di ruang pertemuan Unusida kampus lingkar timur, Jum’at (21/05/2021) lalu.

 

Turut hadir mendampingi, A Rafiq ZM dari Diktis sekaligus mewakili Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) dan Tholhah, Kopertais Wilayah IV Jatim. Tampak hadir pula, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sidoarjo KH Maskhun dan sekretaris, Ketua Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) Unusida H Arli Fauzi dan jajaran pengurus, serta segenap rektorat dan civitas akademika Unusida.

 

Dalam kesempatan itu, Prof Suyitno mengatakan, bahwa selama ini Nahdlatul Ulama (NU) dikenal cakap dalam mengelola pesantren, tapi lemah dalam pengelolaan pendidikan tinggi. Salah satu faktor penyebabnya adalah merasa memilikinya terlalu tinggi.

 

“Jadinya banyak lembaga NU yang diakui sisi secara pribadi, lahirnya Universitas Nahdlatul Ulama merupakan upaya reformasi pendidikan di kalangan NU. Ini adalah reformasi pendidikan di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)," katanya sambil berseloroh.

 

Lebih lanjut, dirinya menegaskan, saat ini tantangan dunia pendidikan tinggi adalah perkembangan tatanan secara kompleks. Sekularisasi keilmuan antara agama dan umum menjadi isu penting hingga kini. Hadirnya Prodi keagamaan adalah dalam upaya menghindari disparitan antara perguruan tinggi umum, peruguruan tinggi NU dan pesantren.

 

“Ke depan perlu dipikirkan pendidikan guru dilanjutkan dengan pendidikan profesi agar tidak menjadi beban pemerintah. Pendidikan profesi guru telah menjadi beban tersendiri, karena itu harapannya alumni direformulasi langsung mendapat sertifikat profesi,” tegasnya.

 

Sementara itu, Ketua PCNU Sidoarjo KH Maskhun berharap, Unusida melakukan percepatan dengan menggandeng guru besar untuk pengembangan Unusida kedepan. Bila perlu impor guru besar dari perguruan tinggi lain yang sudah mapan.

 

“Melalui BPP Unusida, PCNU berharap terus mengawal penyelenggaraan Unusida yang saat ini sudah menunjukkan perkembangan. Hadirnya BPP sangat membantu komunikasi antara rektorat dengan PCNU,” tutur Kiai Maskhun kepada NU Online Jatim, Sabtu (23/05/2021).

 

Kiai Maskhun menambahkan, pendirian Prodi keagamaan sejatinya meneruskan pesan masyayikh dengan tidak mengesampingkan kampus-kampus yang sudah ada sebelumnya. Tentunya, segmen dan Prodi menyesuaikan kebutuhan pasar berbeda dengan yang sudah ada.

 

Sebelumnya, Rektor Unusida Dr H Fatkul Anam melaporkan tentang perkembangan Unusida, terutama berkaitan dengan progress report pendirian Prodi baru Keagamaan.

 

Editor: Risma Savhira


Metropolis Terbaru