• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 4 Februari 2023

Metropolis

LPTNU Jatim Ingatkan Pentingnya Branding Kampus NU

LPTNU Jatim Ingatkan Pentingnya Branding Kampus NU
Pentingnya membranding perguruan tinggi  atau kampus NU. (Foto: NOJ/KJi)
Pentingnya membranding perguruan tinggi  atau kampus NU. (Foto: NOJ/KJi)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Yusuf Amrozi selaku Sekertaris  Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Jawa Timur menyampaikan akan pentingnya membranding perguruan tinggi  atau kampus Nahdlatul Ulama.

 

Hal itu ia sampaikan saat berbicara dalam acara webinar yang diadakan oleh LPTNU dan Aula Media TV (AMTV) dengan tema Membranding Perguruan Tinggi NU, Rabu (26/01/2022). Yusuf hadir menggantikan Achmad Jazidie, Ketua LPTNU Jatim yang juga Rektor Unusa.

 

“Sama saat kita akan membeli barang, pasti akan memilih yang bagus dan berkualitas. Demikian juga saat masyarakat atau calon mahasiswa akan memilih kampus,” katanya.

 

Wakil Dekan (Wadek) III Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya itu mengatakan, karena itu penting untuk membranding Perguruan Tinggi  NU. Output yang berkualitas dan berprestasi harus terus disosialisasikan. Semakin Lembaga bermerek dipromosikan atau diomongkan, maka semakin banyak orang tertarik dengan lembaga itu.

 

Yusuf menambahkan, LPTNU lahir karena makin banyak kampus-kampus NU atau yang berafiliasi dengan NU. “Kalau diurus oleh LP Ma’arif sudah tidak memungkinkan, karena keterbatasan dengan banyaknya sekolah-sekolah yang diurus oleh Ma’arif,” katanya

 

Yusuf menjelaskan, sejak tahun 1960 an kampus NU sudah mulai ada di Jatim, seperti Universitas Sunan Giri (Unsuri) yang kemudian melahirkan Universitas Islam Malang (Unisma).  Di Jakarta lahir yang saat ini menjadi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia). Kemudian menyusul di Jember, Bandung, Makassar dan lain-lain.

 

“Lahirnya kampus NU semakin menemukan momentum saat Bapak Mohammad Nuh menjadi Mentri Pendidikan dan Kebudayaan RI. Lahirlah banyak Universitas NU baru dengan badan hukum organisasi NU,” terangnya. 

 

Tidak hanya itu, kampus-kampus NU yang lahir dari yayasan pesantren juga semakin banyak dengan tujuan yang sama. Yakni mencetak generasi  muda yang cerdas dengan berlandaskan Ahlussunnah wal Jama'ah.

 

“Tidak hanya di program studi agama saja, tapi juga teknologi, ekonomi dan lain-lain semakin banyak. Dan saya yakin ke depan akan semakin massif,” ungkap Yusuf.


Metropolis Terbaru