• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 8 Agustus 2022

Metropolis

MUI Gresik Gelar Pelatihan Kader Ulama

MUI Gresik Gelar Pelatihan Kader Ulama
Pembukaan pelatihan kader ulama yang diadakan MUI Gresik. (Foto: Istimewa).
Pembukaan pelatihan kader ulama yang diadakan MUI Gresik. (Foto: Istimewa).

Gresik, NU Online Jatim

Membentengi akidah dan membela Negara sebaiknya menjadi perhatian semua pihak, terutama ulama. Seperti yang ditunjukkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik.

 

Untuk itu, MUI Gresik menggelar acara Pendidikan Kader Ulama (PKU) di Pondok Pesantren (Ponpes) Mamba'us Sholihin Suci, Manyar, Gresik, Jum'at (5/11). Kegiatan kaderisasi yang diikuti sebanyak 40 peserta ini bertujuan membentengi akidah dan membela negara. 

 

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Pengasuh Ponpes Mamba'us Sholihin KH Masbuhin Faqih yang juga turut memberikan ijazah shalawat dan wirid bagi peserta pendidikan kader. 

 

Ketua MUI Gresik KH Mansoer Shodiq mengatakan, pendidikan kader ulama sangatlah penting untuk diselenggarakan. Pasalnya, calon ulama masa depan harus mampu membaca realitas khususnya mampu mentrasformasikan ilmu keislaman baik dari kontes sosial maupun kebudayaan. 

 

"Tujuannya, tak lain meningkatkan keterampilan para kader, membangun agama. Mengasah kepekaaan emosinal dan keterampilan berkembang sosial dan budaya dan mampu memberikan solusi alternatif di tengah masyarakat," katanya. 

 

Menurut KH Mansoer, ada beberapa fungsi MUI yang harus dilaksanakan. Antara lain, menjaga agama melalui amar makruf nahi mungkar dengan koridor mauidhotul hasanah, kemudian menjaga umat dari segala aqidah yang menyimpang, lalu menjaga makanan dari yang haram dan menjaga pemikiran sesuai ajaran Islam. 

 

"Pendidikan kader ulama yang diselenggarakan MUI, karena lembaga ini merupakan rumah besar umat Islam. Ditambah, MUI merupakan wadah musyawarah, melaksanakan tugas dan fungsinya sebagaimana menjaga umat," terangnya. 

 

Sementara itu perwakilan Pengasuh Ponpes Mamba'us Sholihin Agus Muhammad Najib mengatakan, ulama atau pegiat dakwah harus menjadi pengayom dan panutan masyarakat. Terlebih ikut menjaga paham yang dianggap membahayakan ahlussunnah waljamaah.  

 

 

"Banyak sekali kajian tak selaras pemikiran ahlususnah. Mereka berdakwah di media sosial dengan banyak pengikut. MUI harus bisa memberikan pencerahan, dimana perannya harus selalu interaksi dengan masyarakat," jelas dosen Institut Keislaman Abdullah Faqih (Inkafa) itu.


Editor:

Metropolis Terbaru