• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 3 Juli 2022

Metropolis

NU Lahir karena Kecintaan Ulama kepada Rasulullah

NU Lahir karena Kecintaan Ulama kepada Rasulullah
Gus Muhammad Ata Syifa Nugraha, Pengasuh Pondok Pesantren Ihyaul Ulum, Dukun, Gresik. (Foto: NOJ/ Aminuddin)
Gus Muhammad Ata Syifa Nugraha, Pengasuh Pondok Pesantren Ihyaul Ulum, Dukun, Gresik. (Foto: NOJ/ Aminuddin)

Gresik, NU Online Jatim

Gus Muhammad Ata Syifa Nugraha, Pengasuh Pondok Pesantren Ihyaul Ulum, Dukun, Gresik menyampaikan, bahwa NU berdiri karena kecintaan kepada Rasulullah SAW, yang saat itu ulama nusantara tidak rela ajaran Islam yang secara akidah mengikuti Asy'ariyah dan Maturidiyah dilarang di Makkah.

 

Penegasan tersebut disampaikan saat ceramah dalam acara peringatan maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Pimpinan Cabang (PC) Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor Bawean, Selasa (02/11). Kegiatan tersebut dipusatkan di Masjid Baiturrahim, Dusun Tanjung Anyar, Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura, Gresik.

 

Gus Ata menerangkan, bahwa ulama tidak rela ketika secara syariat dari empat yang ada hanya Madzhab Hambali yang dibolehkan, sedangkan madzhab lainnya semisal Mazhab Syafi'i, Madzhab Maliki, dan Madzhab Hanafi tidak boleh.

 

“Selain itu, karena ajaran ikhsan dan tasawuf dilarang, karena dianggap bukan ajaran Islam. Bahkan, yang paling menggeramkan saat makam Rasulullah mau dibongkar. Atas dasar itulah para ulama di Nusantara berkumpul dan menyusun rencana,” ujarnya.

 

Para ulama di Nusantara tersebut berkumpul di Kertopati Surabaya yang dipimpin Hadratusyaikh KH M Hasyim Asy'ari. Dari perkumpulan ini lalu dibentuklah komite Hijaz, serta mengutus KH Abdul Wahab Hasbullah untuk menemui raja di Makkah untuk memprotes pembongkaran makam Rasulullah SAW.

 

Karena Mbah Wahab tidak berhasil, ia kemudian pulang dan menemui seorang temannya di Surabaya, yaitu Syaikh Ghanaim Al Misyri asal Mesir yang tinggal di Surabaya.

 

"Jadi, kelahiran NU bukan hanya perkumpulan ulama biasa-biasa saja, bahkan tokoh dari luar negeri pun juga ada, salah satunya Syaikh Ghanaim Al Misri itu," terang Ketua PC MDS Rijalul Ansor Gresik tersebut.

 

Gus Ata melanjutkan, atas berbagai pertimbangan ulama waktu itu, akhirnya KH M Hasyim Asy’ari melakukan istikharah secara dhahir dan batin. Adapun istikharah batin yang dilakukan yaitu dengan shalat istikharah hingga Mbah Hasyim bertemu dengan Rasulullah sebanyak enam kali dalam mimpinya.

 

“Dalam mimpi tersebut Rasulullah merestui untuk mendirikan organisasi perkumpulan para ulama,” imbuhnya.

 

Sedangkan istikharah secara batin yang dilakukan Mbah Hasyim dengan sowan kepada guru-gurunya. Di antaranya, Habib Hasyim bin Yahya Pekalongan dan Syaikhona Mohammad Kholil bin Abdul Latif Bangkalan.

 

“Dan jawaban sang guru sama, yakni direstui untuk mendiriikan organisasi,” ucap Gus Ata.

 

Akhirnya, organisasi tersebut didirikan yang diberi nama Nahdlatul Ulama. Pendirian organisasi tersebut pada tanggal 16 Rajab yang bertepatan dengan 31 Januari 1926 Masehi. Kelahirannya tersebut tidak didasari kepentingan apapun selain karrena kecintaan kepada Rasulullah SAW.

 

“Maka, ketika kita berkhidmat di NU jangan pernah berharap yang bisa kita dapatkan dari NU, akan tetapi apa yang seharusnya kita berikan kepada NU. Karena NU berdiri karena kecintaan kita kepada Rasulullah," pungkasnya.


Metropolis Terbaru