• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 1 Desember 2022

Metropolis

Muktamar NU, Ajang Silaturahim Kader PCINU se-Dunia

Muktamar NU, Ajang Silaturahim Kader PCINU se-Dunia
Ahmad Nabilul Maram bersama Yenny Wahid di sela-sela pelaksanaan Muktamar ke-34 NU. (Foto: NOJ/ Boy Ardiansyah)
Ahmad Nabilul Maram bersama Yenny Wahid di sela-sela pelaksanaan Muktamar ke-34 NU. (Foto: NOJ/ Boy Ardiansyah)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama yang diselenggarakan di Provinsi Lampung Rabu-Jum’at, (22-24/12/2021) telah usai. Perhelatan Muktamar tersebut di antaranya diikuti oleh 31 Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) se-Dunia. Hal ini tentu dimanfaatkan sebagai ajang silaturahim oleh Nahdliyin, utamanya eks kader PCINU yang sudah pulang ke tanah  air.


Seperti yang dilakukan oleh Ahmad Nabilul Maram, Kader Ansor asal Surabaya yang baru saja mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Tarik, Sidoarjo beberapa waktu lalu.


Pria yang pernah mengenyam pendidikan pascasarjana di International University of Africa Sudan ini mengatakan, bahwa momentum Muktamar NU merupakan kesempatan berharga untuk dijadikan ajang silaturahim bersama kawan atau kolega.


“Saya bersama rombongan PCINU dunia menghadiri Muktamar ke-34 NU. Momen seperti ini sangat tepat sekali untuk bersilaturahim dengan kawan-kawan PCINU lainnya yang datang ke Lampung,” katanya kepada NU Online Jatim, Sabtu (25/12/2021)


Gus Nabil menceritakan, keseruan perdebatan dan adu argumen yang tajam ia rasakan saat mengikuti sidang komisi. Dan itu merupakan pengalaman yang sangat berharga dalam menambah wawasan pengetahuan.


“Saya kira, di dalam forum sidang komisi banyak sekali perbedaan pendapat, dan itu sah-sah saja,” ucap kandidat doktor Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya tersebut.


Putra KH Ghozali Said pengasuh Pondok Pesantren An-Nur Surabaya ini mengaku, pada momen Muktamar NU itu, ia mengau tidak melewatkan waktu untuk bertemu tokoh-tokoh intelektual NU idolanya. Sebutlah misal, Muhammad Nuh Ketua Steering Committee (SC) Muktamar ke-34 NU, KH Afifuddin Dimyati, Yenny Wahid, dan beberapa tokoh lainnya.


“Momentum Muktamar harus dimanfaatkan betul untuk bertemu atau sowan dengan tokoh-tokoh intelentual NU,” katanya. 


Selanjutnya, Gus Nabil berharap hasil sidang komisi rekomendasi nantinya benar-benar dijalankan dan diimplementasikan, terutama tentang bonus demografi. 


“Karena bonus demografi adalah isu penting. Jika NU lepas tangan dari isu ini, NU akan tertinggal jauh dari masanya,” sebutnya.


Ia berharap, di bawah kepemimpinan KH Miftachul Akyar sebagai Rais Aam dan KH Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum PBNU, NU dapat menjadi organisasi kemasyarakatan yang semakinn bermanfaat untuk umat. Selain itu, perhatian dan pemberdayaan terhadap kaum muda terus digalakkan.
 


“Ke depan, NU hendaknya terus mengelola potensi anak-anak muda NU untuk kemajuan bersama, utamanya  yang baru lulus dari luar negeri,” pungkasnya. 


Metropolis Terbaru