• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 2 Oktober 2022

Metropolis

Rais Aam PBNU Ajak Dukung Gagasan NU Semakin Mendunia

Rais Aam PBNU Ajak Dukung Gagasan NU Semakin Mendunia
KH Miftachul Akhyar, Rais Aam PBNU saat penutupan Muktamar NU di Lampung. (Foto: NOJ/ Aminuddin).
KH Miftachul Akhyar, Rais Aam PBNU saat penutupan Muktamar NU di Lampung. (Foto: NOJ/ Aminuddin).

Bandar Lampung, NU Online Jatim
Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar mengajak Nahdliyin bersiap mencapai perdamaian dunia. Sebagaimana visi Muktamar ke-34 NU maupun gagasan KH Yahya Cholil Staquf Ketua Umum PBNU.
 

"Kita juga perlu mengubah karakter watak nahdliyin-nahdliyat yang selama ini dikenal dengan sifat gradak-gruduknya, sifat kagetan dan gawoan. Dan sifat ini adalah sebuah sifat karakter yang menjadikan sebab kurang begitu mulus sebuah cita-cita untuk menuju perdamaian dunia yang kita harapkan ini," ajaknya.
 

Kiai Miftah juga menyampaikan sebagaimana Rasulullah SAW yang mengingatkan dalam sebuah hadis; jangan kalian menjadi kelompok seperti kelompok-kelompok 'imma'ah.
 

Ia menjelaskan, kata imma'ah ini sebuah target majdi dari pada im dan ma'ahu yang digabungkan menjadi imma'ah. Dan menjadi perubahan tulisan hurufnya, tapi arti dari imma'ahu yakni orang yang selalu ikut-ikutan, tidak punya pendirian.
 

"Artinya, janganlah kalian menjadi kelompok-kelompok yang latah, yang tidak punya pendirian, yang hanya ikutan saja. Tapi kalimat imma'ah ini adalah dianggap kalimat yang asing bagi para sahabat," katanya.
 

Kiai Miftah berharap, manakala bisa merubah karakter latah akan menjadi anak bangsa yang punya pendirian 'shiqo binafsih' percaya diri. Ia yakin NU akan segera menggapai cita-citanya menuju dunia untuk memberikan solusi-solusi dalam kehidupan.
 

"Saya percaya kepada ketua umum yang terpilih, punya pikiran-pikiran yang mendunia dan akan bisa mengikis karakter-karakter yang selama ini orang lain melihat kita ini kelompok-kelompok yang suka ikut-ikutan," ungkapnya.
 

Kiai Miftah menyatakan bahwa hal itulah yang akan dilakukan dalam menjamiyahkan jamaah dan menjamaahkan jamiyah. Di mana semua itu berdasarkan amaliyah yang ilmiah dan ilmiah yang amaliyah.
 

  

"Oleh karena itu, kami mohon dukungan, sehingga periode perkhidmatan ini bisa berjalan dengan baik dan mulus, sehingga terjadi perubahan besar dan akhirnya Nahdlatul Ulama bisa menjadi pemberi solusi untuk kehidupan di dunia ini," tandasnya.


Editor:

Metropolis Terbaru