• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 1 Juli 2022

Metropolis

Gus Yahya Siapkan Dua Agenda Besar NU, Ini Rinciannya

Gus Yahya Siapkan Dua Agenda Besar NU, Ini Rinciannya
KH Yahya Cholil Staquf, Ketum PBNU saat penutupan Muktamar ke-34 NU. (Foto: NOJ/ Yulia Novita Hanum).
KH Yahya Cholil Staquf, Ketum PBNU saat penutupan Muktamar ke-34 NU. (Foto: NOJ/ Yulia Novita Hanum).

Bandar Lampung, NU Online Jatim

KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2021-2026 dalam Muktamar ke-34 NU. Gus Yahya menyampaikan bahwa didalam menyongsong abad NU, dirinya memancangkan dua agenda besar.
 

“Yang pertama, membangun kemandirian warga dan yang kedua yakni meningkatkan peran dalam pergulatan Nahdlatul Ulama untuk mendukung perdamaian dunia,” kata putra KH Muhammad Cholil Bisri itu saat sambutan acara penutupan Muktamar ke-34 NU, Jumat (24/12/2021).
 

Ia menjelaskan, dalam dua agenda tersebut, NU telah memiliki rintisan yang sangat berharga dan kuat. Selanjutnya akan menjahit berbagai inisiatif yang sudah dilakukan dalam pengembangan ekonomi rakyat, pendidikan, serta pengembangan layanan kesehatan dan sebagainya. 
 

“Itu akan menjadi satu agenda nasional yang terpadu untuk meningkatkan kualitas hidup NU dan rakyat banyak umumnya,” jelasnya.
 

Ia melanjutkan, dalam hal pergulatan untuk berkontribusi dalam perdamaian dunia, NU telah berhasil melakukan banyak inisiatif yang semakin diapresiasi oleh masyarakat Internasional. Yang diperlukan selanjutya yakni melakukan akselerasi lebih jauh sekaligus bagaimana melakukan sinergi dengan inisiatif yang dilakukan oleh pemerintah. 
 

“Karena lanscape dinamika internasional kali ini tidak ada yang memiliki posisi paling tepat untuk berkontribusi kepada perdamaian dunia lebih dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tandasnya.
 

Ia juga menyampaikan bahwa sesungguhnya Muktamar NU kali waktunya terlalu singkat. Tetapi ini semua harus dilakukan demi tanggung jawab menjaga keselamatan warga dari ancaman pandemi Covid-19 yang sedang melanda.
 

 

“Tidak ada yang paling tepat untuk diungkapkan dalam acara ini selain mengucapkan rasa syukur kepada Allah, dan ungkapan terim akasih kepada semua pihak yang ikut mensukseskan muktamar yang ke 34 ini,” pungkasnya.


Editor:

Metropolis Terbaru