• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 2 Juli 2022

Parlemen

Politik Santun Gus Yahya-Kiai Said Bikin Bangga Jadi NU

Politik Santun Gus Yahya-Kiai Said Bikin Bangga Jadi NU
Anik Maslachah, Sekretaris PKB Jatim. (Foto: NOJ/A Toriq A)
Anik Maslachah, Sekretaris PKB Jatim. (Foto: NOJ/A Toriq A)

Bandar Lampung, NU Online Jatim

Banyak pelajaran  bisa diambil dari proses pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama di arena Muktamar ke-34 di Lampung pada Jumat (24/12/2021). Yakni tentang bagaimana politik santun ditampilkan oleh kedua calon sehingga menciptakan suasana harmoni meski berbeda pilihan.

 

Hal itu yang dirasakan Anik Maslachah, Sekretaris DPW PKB Jatim, pada proses pemilihan yang mengantarkan KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmat 2021-2026, setelah perolehan suaranya unggul dari calon petahana, KH Said Aqil Siroj.

 

Menurut Anik, kontestasi politik yang melakonkan dua tokoh besar NU itu sangat demokratis tanpa embel-embel kepentingan kekuasaan. Semua murni untuk kepentingan dan kemajuan NU. Suasana tersebut membuat Anik mengaku sangat bangga jadi warga NU.

 

"Muktamar NU-ke 34 berakhir dengan happy ending. Dilakukan dengan demokratis dalam tahapan pemilihan ketua tanfidyah hanya mencontreng untuk menghindari politik pragmatisme," kata Anik yang juga Wakil Ketua DPRD Jatim itu.

 

Apalagi ketika melihat aksi Gus Yahya yang langsung sungkem kepada Kiai Said setelah terpilih menjadi Ketum PBNU, membuat Anik tersentuh. Menurutnya, itulah wujud dari apa yang disebut politik sopan santun Nusantara.

 

"Menandakan adab santri ke kiai merupakan politik yang mengedepankan akhlakul karimah," ujarnya.

 

Begitu juga sebaliknya, Kiai Said dilihatnya begitu legowo dan lapang atas keterpilihan Gus Yahya. Ia langsung memberikan doa restu agar sukses dalam meminpin NU ke depan. Sikap dari dua tokoh tersebut patut dijadikan contoh bagi penerus bangsa ke depan.

 

"Ucapan selamat dan doa Kiai Said Aqil Siraj alfi alfi mabruk untuk Gus Yahya menunjukkan politik jiwa ksatria, dan jiwa besarnya kiai. Bahwa muktamar NU ke-34 ini menggambarkan adanya politik satri-kiai, politik kemanusiaan, politik persahabatan, politik akhlakul karimah, politik kebangsaan yang patut menjadi teladan bagi generasi penerus bangsa," kata Anik.


Parlemen Terbaru