• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 27 Januari 2022

Metropolis

Pandemi Covid-19, LP Ma’arif dan LAZISNU Jatim Salurkan Beasiswa untuk Ratusan Santri

Pandemi Covid-19, LP Ma’arif dan LAZISNU Jatim Salurkan Beasiswa untuk Ratusan Santri
Sejumlah santri yang menerima beasiswa secara simbolis dari LP Ma'arif dan LAZISNU Jatim. (Foto : NOJ/ Anita).
Sejumlah santri yang menerima beasiswa secara simbolis dari LP Ma'arif dan LAZISNU Jatim. (Foto : NOJ/ Anita).

Surabaya, NU Online Jatim

Pendidikan adalah salah satu penentu tonggak berdirinya suatu bangsa. Kecerdasan rakyat dan kepandaian kaum muda didalamnya menjadi tolak ukur majunya suatu negara. Kendati demikian, tak semua orang bisa menggenyam manis pahitnya menuntut ilmu.

 

Padahal, seharusnya semangat belajar haruslah tetap tumbuh dalam hati bahkan jiwa para kaum muda untuk terus menuntut ilmu ditengah keterbatasan yang dihadapi. Ditambah dengan masa pandemi yang hampir semua lini dibatasi, semangat belajar haruslah berkembang dan berevolusi mengikuti kondisi yang demikian.

 

Hal ini menjadi tantangan tarsendiri bagi berbagai pihak. Terutama Nahdlatul Ulama (NU) harus hadir pada setiap problem masyarakat. Salah satu problem utamanya adalah pendidikan. Dalam rangka menyiapkan generasi Indonesia yang lebih baik di masa yang akan datang, NU perlu menyiapkan kader kader terbaik untuk memperoleh pendidikan yang tidak hanya mengarahkan agar anak jadi pintar, akan tetapi juga berakhlakul karimah.

 

Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jawa Timur dan Lembaga Pendirikan Maarif Nahdlatul Ulama (LP Maarif NU) berkolaborasi sebagai langkah nyata mengatasi porblem umat. Bentuk kolaborasi tersebut adalah Beasiswa Santri Nusantara (Besantara).

 

“Hal inilah yang menjadi dasar pemikiran sehingga kedepan tidak boleh terjadi kader-kader potensial NU berhenti mengenyam pendidikan formal, hanya karena kekurangan biaya,” ungkap Noor Shodiq Askandar.

 

 

Ketua LP Maarif Jawa Timur tersebut juga menyatakan bahwa kolaborasi ini tak lain demi membentuk generasi muda nahdliyyin yang memiliki semangat belajar tinggi. “Yang mendapatkan ini (Besantara, red) sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh LAZISNU Jatim,” ujarnya.

 

Gus Shodiq kemudian menjelaskan criteria penerima beasiswa tersebut. Pertama adalah putra putri yang orang tuanya kurang mampu dan diutamakan adalah yatim. Kedua, mereka memiliki kemauan keras untuk belajar. Ketiga, mereka saat ini sedang atau akan bersekolah di LP Maarif NU. Sedangkan yang keempat memperoleh rekomendasi dari sekolah atau madrasah.

 

Sementara itu, A Afif Amrullah, Ketua LAZISNU Jatim menambahkan, total ada 250 santri yang akan mendapatkan Besantara tersebut.

 

“Tahap pertama sudah kami bagikan sejumlah 159 santri se Jawa Timur sekitar Bulan Maret lalu. Insyaallah pertengahan bulan ini (Oktober, red) akan ada lanjutan dari kurangnya tersebut,” katanya.

 

Menurutnya, Besantara ini diberikan kepada santri yang bersekolah di Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawaiyah, dan Madrasah Aliyah.

 

“Untuk yang di Malang ini ada 11 santri yang mendapatkan beasiswa. Masing-masing dari madrasah ibtidaiyah 1 orang, madarasah tsanawiyah 8 orang dan 2 orang sisanya dari madrasah aliyah,” tandasnya.

 

Penulis : Anita

Editor : Romza


Editor:

Metropolis Terbaru